Gubernur BI Ragukan Kemampuan Perbankan Biayai Target Investasi 2008

Jakarta ( Berita ) : Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah meragukan kemampuan perbankan membiayai target investasi tahun 2008 yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp210 triliun untuk mendukung target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi 2008 yang mencapai 6,8 persen.

“Kredit perbankan jumlahnya 20 triliun untuk investasi 2008 atau 33 persen dari total pembiayaan investasi itu belum pernah terjadi dalam sejarah kita, yang paling tinggi pernah dicapai 24 persen,” kata Burhanudin Abdullah di Jakarta, Selasa (22/05).

Untuk itu menurut Gubernur BI tersebut, Pemerintah memerlukan penyesuaian-penyesuaian tertentu. “Katakanlah kredit tumbuh 20-24 persen, maka ada kekurangan pembiayaan dari kredit perbankan, untuk itu harus ada tambahan pembiayaan dari tempat lain,” kata Burhanudin.

Burhanudin mengatakan berat bagi perbankan untuk dapat menyalurkan kredit untuk investasi sebesar Rp210 triliun tersebut.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen akan didukung dengan investasi sebesar Rp1.296 triliun.

Dukungan investasi tersebut menurut pemerintah diantaranya diperoleh dari APBN sebesar Rp173,6 triliun, BUMN sebesar Rp151,5 triliun, Swasta Rp460 triliun, Pinjaman Sektor Publik dan Partnership Rp90,7 triliuh, perbankan Rp210triliun dan lain-lain Rp210 triliun.

Sementara pertumbuhan tersebut menurut Pemerintah juga akan ditopang realisasi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing.

“Realisasi PMDN dan PMA 2008 diharpakan mencapai 70 persen dari persetujuan tahun 2006 yang mencapai Rp314 triliun atau sekitar Rp220 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ant)

You must be logged in to post a comment Login