Jakarta ( Berita ) : Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Pasar Spot Antar Bank Jakarta, Selasa (24/07) pagi naik 10 poin menjadi Rp9.065/9.075 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.075/9.093, karena pelaku berspekulasi membeli rupiah.
Analis Valas PT Bank Saudara, Ruri Nova mengatakan, pelaku pasar membeli rupiah karena dolar AS di pasar regional melemah terhadap yen.
Untuk itu bank sentral AS (The Fed) berusaha menurunkan tingkat suku bunganya untuk memicu ekonomi AS tumbuh lebih baik, katanya.
Ia mengatakan, pergerakan rupiah cenderung tak menentu, menguat dan menurun, meski pasar cenderung menekan, namun untuk mencapai level Rp9.100 per dolar AS terlihat sangat sulit.
Meski demikian rupiah dinilai masih stabil dalam kisaran Rp9.000 sampai Rp9.100 per dolar AS. Kenaikan rupiah, agak tertahan oleh melemahnya pasar regional akibat merosotnya sejumlah saham industri elektronik seperti Samsung Electronic.
Namun peluang rupiah untuk menguat lagi pada sore nanti cukup besar. Peluang pasar terhadap dolar AS sepanjang hari ini diperkirakan lesu, karena pelaku pasar asing menunggu data ekonomi AS, terutama sektor perumahan yang cenderung melemah.
Hal ini menunjukkan pelaku pasar tetap ragu-ragu terhadap penguatan yang terjadi dalam beberapa hari lalu, ucapnya.
You must be logged in to post a comment Login