Dubes RI: Larangan Terbang Kebijaksanaan Sangat Sepihak

Hylands Parks, Chelmsford, ( Beritan ):  Duta  Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Marty Natalegawa mengatakan larangan terbang bagi perusahanan penerbangan Indonesia ke Eropa merupakan kebijaksanaan yang bersifat sangat sepihak tanpa mengindahkan fakta dan kenyataan dilapangan.

Dikatakannya,  sesuai dengan instruksi dan permintaan dari Jakarta maka berbagai  perwakilan Indonesia di berbagai negara di Eropa  telah melakukan pendekatan  serentak dalam upaya mencabut kembali larangan bagi perusahaan penerbangan Indonesia untuk terbang ke Eropa. “Kami telah menyampaikan kepada pemerintah Inggris maupun Departemen Luar Negeri serta  berbagai instansi terkait yang  intinya  untuk minta larangan itu dicabut karena menurut pandangan pemerintah Indonesia kebijaksanaan itu bersifat sangat sepihak tanpa mengindahkan fakta dan kenyataan dilapangan,” ujarnya di Hylands Park, Chelmsford, Minggu [29/07] .

Kehadiran Dubes bersama istri Sranya Natalegawa di bumi perkemahan Hylands Park, Chelmsford adalah dalam menghadiri acara Indonesian Days yang digelar kontingen Indonesia yang mengikuti kegiatan jambore dunia yang berlangsung hingga tanggal 8 Agustus.

Diakuinya , berbagai  upaya dilakukan yang diharapkan akan dapat mebuahkan hasil secepatnya , sebab yang penting adalah bagaimana Indonesia bisa lepas dari kebijaksanaan resmi dari Uni Eropa melarang perusahaan penerbangan Indonesia terbang ke Eropa.

Namun demikian, ujarnya Indonesia akan tetap mengupayakan dan menciptakan minat dikalangan masyarakat Inggris untuk tetap berkunjung ke Indonesia .

Seperti pada Jambore Dunia ini, ujarnya para anggota pramuka dapat menyampaikan kepada seluruh peserta jambore bahwa Indonesia saat ini menampilkan wajah yang aman dan nyaman dan pantas untuk dikunjungi oleh warga negara Inggris.

Dikatakannya , berbagai pendekatan terus dilakukan secara serentak dalam upaya mengatasi kebijaksanaan dari berbagai negara di Uni Eropa yang telah diputuskan di Brusel itu.

Menurut Dubes Marty , pemerintah Indonesia  berkeinginan untuk dapat secepat mungkin kebijaksanaan itu dicabut karena tidak menguntungkan bagi Indonesia dan diharapkannya kebijaksanaan itu t bersifat sementara dan dapat segera dicabut apalagi bila melihat suasana yang sebenarnya terjadi di Indonesia.  Dubes mengakui bahwa masalah tersebut cukup teknis dari pihak Uni Eropa dan mereka mengajukan beberapa persyaratan dan perkembangan yang diharapkan persyaratan tersebut akan dapat dipenuhi oleh Indonesia. Kini tinggal bagaimana mensinerjikan keinginan Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia yang akan dapat membuahkan hasil positif , ujarnya.

 

KBRI London dukung

Sementara itu mengenai keikutsertaan anggota Gerakan Pramuka Indonesia di Jambore dunia, Dubes mengatakan KBRI London sangat senang bisa memberikan dukungan dan ikut berpartisipasi dalam acara  yang sangat penting ini.

“Kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan yang terbaik bagi negara yaitu pemudanya, yaitu  sosok Indonesia yang penuh keyakinan dan  kepercayaan diri kedepan,” ujarnya.

Dikatakannya,  melalui kegiatan Jambore Dunia ini Indonesia bisa menunjukkan kepada dunia  bahwa Indonesia  merupakan satu negara yang patut dipandang dan mengupayakan upaya-upaya bersama dalam mengatasi berbagai masalah di dunia.

Dalam jambore dunia ini, dengan digelarnya   Indonesia Day akan dapat  menampilkan Indonesia yang sudah berubah negara yang demokratir terbesar di dunia dan mengedepankan pemudanya di dunia,  Indonesia yang dapat melakukan sesuatu dan juga dapat ikut menyelesaikan berbagai masalah dunia diantaranya Global Warning dan lainnya.

Kontingen Indonesia dalam Jambore Dunia selain diikuti oleh anggota gerakan kepanduan dari berbagai daerah di Indonesia yang berjumlah sekitar 245 peserta dengan 40 pendamping dan 100  pengunjung itu juga ikut anggota pramuka dari London dan Perancis. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login