Semarang ( Berita ) : Kapolri, Jenderal Pol. Sutanto mengatakan, polisi jangan hanya menjadi “pemadam kebakaran”, tetapi harus bisa menganalisis sumber-sumber ancaman yang bisa muncul dari berbagai sumber kehidupan nasional.
Hal itu dikatakan Kapolri usai “Pembukaan Seleksi Taruna Akpol Tingkat Pusat. Komisi Persiapan Penetapan Peserta Pendidikan Tahun Ajaran 2007″ di Akpol Semarang, Senin [06/08], berkaitan dengan persayaratan taruna Akpol harus S1 dan S2.
“Polisi harus bisa menganalisis masalah politik, ekonomi, sosial-budaya, dan lain sebagainya,” katanya.
Dengan kemampuan analisa sumber-sumber kehidupan tersebut, menurut dia, polisi bisa menangani permasalahan itu sejak awal supaya tidak menjadi ancaman yang akhirnya sulit diatasi dan tentunya perlu melibatkan masyarakat dalam menangani permasalahan itu.
Ketika ditanya bagi calon taruna yang orang tuanya tidak mampu tetapi cerdas, dia mengatakan, polisi akan memberikan biaya untuk mengikuti kuliah tetapi tentunya dengan pemeriksaan pada masing-masing polda.
“Di polda akan tahu berapa orang yang termasuk golongan itu dan nantinya akan kita bantu pembiayaannya,” katanya.
Ia menyebutkan, kuota untuk mereka adalah sepertiga dari jumlah seluruh kuota yang masuk pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol). “Yang kita terima sebanyak 300 orang, jadi kalau sepertiganya adalah 100 orang. Hal ini sudah cukup besar,” katanya.
Menyinggung apakah ada jaminan bahwa penerimaan taruna Akpol sekarang ini bebas dari KKN, dia mengatakan, dengan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pengamat, DPR, dan lain-lain adalah untuk mengawasi hal itu supaya tidak terjadi KKN dalam penerimaan taruna Akpol.
Kuota lulus taruna Akpol tahun 2007 untuk lulusan S1 dan S2 sebanyak 230 orang yang terdiri dari 200 putra dan 30 putri, sedangkan untuk lulusan SMU, D3 (Diploma), dan D4 sebanyak 70 orang, terdiri dari putra (50 orang) serta putri (20 orang).
Sementara itu jumlah calon taruna yang lolos pada masing-masing polda di seluruh Indonesia dan masuk ke seleksi terakhir di Akpol Semarang sebanyak 410 orang, yang terdiri dari 307 lulusan S1 dan S2 (298 putra dan sembilan putri), serta 103 orang lulusan SMU, D3, dan D4 (semuanya putra).
Mereka akan mengikuti seleksi di Akpol Semarang dengan materi akademik tentang adalah UU Nomor 2/2002 tentang Polri dan Bahasa Inggris, kemudian tes psikologi, tes kesehatan dan kesehatan jiwa, serta tes kesamaptaan jasmani.
Kemudian tanggal 15 Agustus 2007 hasilnya akan diumumkan serta tanggal 20 Agustus 2007 pembukaan pendidikan. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login