Mahasiswa Mancanegara Mulai Berdatangan Ikuti Kuliah Di ISI

Denpasar ( Berita ) : Mahasiswa mancanegara yang mendapat bea siswa dari pemerintah Indonesia mulai berdatangan untuk mengikuti kulian di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

“Calon mahasiswa dari sejumlah negara antara lain Serbia sudah tiba di Bali dan sisanya menyusul yang diharapkan ke-57 mahasiswa dari 19 negara sudah berada di Pulau Dewata,” kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S di Denpasar Rabu [22/08].

Selesai menandatangani naskah kerjasama dengan Pemimpin umum Bali Travel News B. Ashrama yang mengelola sebuah media berbahasa Inggris, ia mengatakan, sebagian calon mahasiswa asing itu datang langsung dari negaranya.

Namun sebagian besar mereka singgah dulu ke Jakarta untuk menyelesaikan berbagai urusan administrasi yang menyangkut kedua negara.

Mahasiswa asing tersebut berasal dari 19 negara di belahan dunia, kali ini jumlah paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang tidak lebih dari 20 orang.

Mahasiswa asing yang kali ini antara lain dari Amerika Serikat empat orang, Cekolavia enam orang , Meksiko delapan orang, Polandia tujuh orang, Serbia empat orang, Jepang enam orang dan sejumlah negara lainnya masing-masing seorang.

Mahasiswa asing yang mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia dalam semester kali ini sebanyak 500 orang, 57 orang diantaranya mengikuti kuliah di ISI Denpasar.

Hal itu menunjukkan ISI Denpasar mulai dikenal masyarakat internasional, karena tahun sebelumnya hanya menerima 20 orang yang berasal dari 13 negara  antara lain Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Meksiko, Inggeris, Yoguslavia, Hongaria, Jerman, Turki, Malaysia, Thailand dan Jepang.

Rai menambahkan, mahasiswa mancanegara mengikuti program non gelar, yakni belajar selama dua semester dan program itu berlangsung secara berkesinambungan, karena ada yang tamat dan adapula yang baru memulainya kuliah.

Mereka mengambil program jangka pendek, guna mempelajari seni tari dan instrumen gamelan Bali maupun musik nusantara.

Satu-satunya lembaga perguruan tinggi di Bali yang mencetak lulusan untuk memiliki keterampilan bidang gamelan, pedalangan, seni di atas kanvas dan tari Bali, selama ini telah meluluskan sekitar 90 mahasiswa asing dengan status non sarjana.

Sebagian alumnus ISI asing lainnya, ada pula membuka kursus dan mengajarkan tari Bali kepada masyarakat di negara asalnyanya. Kondisi demikian berdampak positif terhadap pelestarian dan pengembangan tari, gamelan dan seni budaya Bali di mancanegara, tuturnya.

Wayan Rai  menambahkan, setiap tahun mahasiswa asing yang belajar di ISI ikut berperanserta  memeriahkan dan menyukseskan Pesta Kesenian Bali, aktifitas tahunan seniman Pulau Dewata yang digelar secara berkesinambungan.

Selain itu ikut pula pentas dalam memeriahkan upacara keagamaan yang digelar masyarakat setempat di berbagai pura besar di Pulau Dewata.   

Dengan mengenakan busana tari Bali mereka menunjukan kemampuan “olah tubuh” mengikuti alunan musik yang mengiringinya dan umumnya mendapat sambutan meriah dari penonton, tutur Wayan Rai. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login