Rusia Jual Senjata Ke Indonesia Di Pameran Kedirgantaraan

Moskwa ( Berita ) :  Pabrik pesawat Rusia Sukhoi mengumumkan kesepakatan memasok enam jet tempur baru senilai 300 juta dolar Amerika Serikat (sekitar 2,7 triliun rupiah) kepada Indonesia, kata kantor berita negara RIA hari Selasa [21/08].

Indonesia, sejak lama merupakan negara pembeli besar senjata, akan menandatangani naskah persepahaman untuk membeli tiga pesawat Su-30 dan tiga Su-27, sebagai tambahan dari empat jet tempur Rusia, yang sudah dikirim.

Pengumuman itu merupakan yang pertama dibuat di pameran kedirgantaraan dwi tahunan Rusia MAKS di luar Moskwa, yang dijadikan Kremlin ruang pamer bukti lebih jauh kebangkitan negara itu sebagai kekuatan industri dan militer.

Pameran tahun ini merupakan yang terbesar, dengan sekitar 800 peserta dan hadirin tingkat tinggi dari pembuat pesawat Barat, seperti, Boeing dan Airbus.

“Kami akan terus memperluas pameran itu sebagai landasan penandatanganan kontrak bagi pengembangan kerjasama antarbangsa dalam penerbangan antariksa,” kata Presiden Vladimir Putin pada pembukaan pameran kedirgantaraan tersebut.

Negara lain Asia, termasuk India dan Malaysia, sudah menjadi pelanggan Sukhoi, sementara tentara Thai menyatakan mengaji Su-30 sebagai pengganti armada tuanya.

Rusia dan Cina akan meningkatkan kerjasama ketentaraan dalam perang melawan terorisme, kata Putin pekan lalu ketika menghadiri pelatihan tentara besar-besaran anti-teror oleh enam negara kawasan. Putin menyampaikan pernyataan itu ketika meninjau pelatihan Tugas Perdamaian 2007, yang dilakukan Perhimpunan Kerjasama Shanghai (SCO), yang beranggotakan enam negara, di Chebarkul di kawasan pegunungan Ural selatan, kata kantor berita Interfax.

SCO, yang mencakup Cina, Rusia, Kazakstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan, baru mengahiri petemuan puncak di ibukota Kyrgyzstan, Bishkek, tempat kelompok tersebut mengumumkan perjanjian membentuk kerangka bersama dalam upaya menanggapi ancaman bagi perdamaian, kemapanan dan keamanan.

“Langkah bersama Rusia, Cina dan negara lain SCO bisa memberikan iuran berarti dalam perang melawan terorisme,” kata pemimpin Kremlin tersebut. Presiden Cina Hu Jintao juga menghadiri pelatihan tentara itu, yang melibatkan sekitar 6.000 prajurit, dan mengatakan, pelatihan tersebut memberikan dorongan baru bagi negara mereka untuk mengokohkan kekuatan pasukan mereka.

Interfax mengatakan, puluhan jet tempur dan helikopter serta peralatan tempur berat digunakan dalam pelatihan anti-terorisme itu, yang diikuti seluruh enam negara anggota SCO.

Pada ahir pelatihan itu, panglima Rusia Igor Konashenkov melaporkan bahwa tidak ada yang terluka. Rusia membantu membiayai pelatihan perang itu dengan 78 juta dolar Amerika Serikat (lebih kurang 702 miliar rupiah).

 

Putin memuji latihan tersebut.

“Para panglima membuktikan kemampuan bagus penggalangan mereka dan peserta membuktikan pelatihan kelas wahid mereka,” kata presiden Rusia itu. Pelatihan tersebut merupakan langkah lebih lanjut anggota SCO menuju penciptaan keamanan dan meningkatkan hubungan mereka.

Beijing menyumbang 1.700 tentara dan mengirim pesawat tempur serta helikopter ke daerah pelatihan Chebarkul, kata suratkabar resmi “Rossiyskaya Gazeta”. Berdasarkan atas “skenario” pelatihan itu, satu serangan besar-besaran diarahkan terhadap sekitar 1.000 pemberontak, yang menguasai satu desa, menahan sandera dan berusaha lari melintasi perbatasan terdekat. ( ant/rtr )

You must be logged in to post a comment Login