Islamabad ( Berita ) : Militer Pakistan bereaksi keras, Minggu atas laporan bahwa Presiden AS George W Bush sedang mempertimbangkan melancarkan operasi militer di kawasan suku yang bergolak di perbatasan dengan Afghanistan.
“Itu bukan hak pemerintah AS, tapi pemerintah Pakistan yang bertanggungjawab atas negara ini,” kata Jurubicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Waheed Arshad kepada AFP. “Tidak ada hak AS untuk beroperasi di Pakistan. Laporan itu tidak berdasar dan kami menolak mereka,” katanya.
Suratkabar New York Times melaporkan di laman internetnya pada Sabtu bahwa usulan yang sedang dibahas di Washington meminta Dinas Intelijen AS (CIA) di Afghanistan dapat memerintahkan dukungan militer secara langsung untuk operasi anti-terorisme di perbatasan Pakistan.
Mengutip pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya, koran itu mengatakan, usulan itu menyerukan agen-agen CIA memperluas kekuasaannya untuk menyerang sasaran-sasaran di Pakistan.
Kawasan suku di bagian barat Pakistan dipandang sebagai suatu tempat yang aman bagi gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda yang selalu melakukan serangan ke Afghanistan, dan diduga kemungkinan menjadi tempat persembunyian pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden. AS kini menempatkan sekitar 50 tentara di Pakistan, kata laporan itu. Rencana baru itu dilaporkan sedang dibahas oleh Wakil Presiden Richard Cheney, Menlu Condoleezza Rice dan para pembantu keamanan nasional segera setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto pada 27 Desember.
Presiden Pakistan Pervez Musharraf belum dikonsultasikan, New York Times melaporkan. Arshad juga menolak komentar dari kandidat Presiden Hillary Clinton yang menyebutkan bahwa jika ia terpilih sebagai presiden, maka pihaknya akan mengusulkan suatu tim bersama AS-Inggris untuk mengawaki keamanan hulu ledak nuklir Pakistan. “Kami tidak memerlukan bantuan dari mana pun. Kami memiliki kemampuan penuh untuk melakukan hal,” katanya. ( ant/afp)
You must be logged in to post a comment Login