Medan ( Berita ) : Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Utara (Sumut) pesimis tahun kunjungan wisata Indonesia (VIY) 2008 berhasil karena pasar yang digarap tidak jelas.
“Walau VIY telah diluncurkan namun pasar yang ingin digarap dari program tidaklah jelas, terukur dan terencana”, kata Sekretaris ASITA Sumut, Solahuddin Nasution, di Medan, Selasa [08/01].
Sebaiknya pasar yang ingin dicapai VIY, harus ditentukan terlebih dahulu seperti turis dari Eropa, Amerika atau Timur Tengah. Sebab ditengah ketatnya persaingan industri pariwisata dunia dewasa ini, pemerintah sebagai motor penggerak harus jeli, tegasnya.
Dewasa ini, menurut dia, persoalan mendatangkan wisatawan mancanegara tidak terlepas dari sikap pemerintah daerah yang masih setengah hati untuk menggarap sektor pariwisata karena membutuhkan investasi dalam jangka waktu lama. “Pemerintah kita masih bermental proyek dan maunya uang cepat alias `cash money, sehingga mereka kurang berminat terhadap investasi industri pariwisata yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat”, katanya..
Nasution yang juga menjabat sebagi direktur Cipta Tour and Travel di Medan ini, mencontohkan ketidak seriuasan pemerintah itu seperti pembangunan Bandara Kuala Namu sebagai sarana mendatangkan turis asing.
“Sejak 15 tahun yang lalu pemerintah telah merencanakan pembangunan bandara baru Kuala Namu, sementara Sumatera Barat secara diam-diam telah meresmikan Bandara Internasional Minangkabau sehingga pariwisata daerah itu lebih maju ketimbang Sumut”, ungkapnya.
Sementara itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut menyatakan dari 100 even yang digelar dalam VIY 2008 Sumut kebagian menggelar dua even pariwisata yakni Pesta Danau Toba di Parapat pada bulan Juni dan Pesta Mejuah-juah di Berastagi pada bulan September 2008.
Untuk menyukseskan kedua iven itu Departemen Kebudayaan dan Pariwisata telah mempromosikan kegiatan itu bersama 100 iven VIY 2008 lainnya ke luar negeri baik melalui perusahaan perjalanan wisata ataupun media massa dengan dana sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp150 miliar). ( ant )
You must be logged in to post a comment Login