Yangon ( Berita ) : Pemimpim pendukung demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi pada Rabu [30/01] menyatakan “tidak puas” dengan pembicaraannya dengan penguasa, kata jurubicara partainya sesudah bertemu dengannya.
“Daw Aung San Suu Kyi tidak puas dengan pertemuannya dengan menteri penghubung, terutama karena tidak ada bingkai waktu untuk alur itu,” kata jurubicara Nyan Win kepada wartawan, memakai sebutan kehormatan di depan nama wanita tokoh tersebut.
Penguasa menunjuk Menteri Buruh Aung Kyi sebagai “menteri penghubung” untuk menggalang hubungan dengan peraih Nobel Perdamaian itu di tengah penumpasan maut atas unjukrasa pendukung demokrasi pada September 2007.
Ia bertemu dengan menteri itu untuk kelima kali pada Rabu, tapi tak ada jadwal untuk perundingan masa depan.
Ia juga dibolehkan berbicara dengan Nyan Win dan anggota tertinggi partai Liga Bangsa untuk Demokrasi (NLD)-nya.
Nyan Win membaca pernyataan dari Aung San Suu Kyi, yang memberi tahu pendukungnya bahwa ia sangat menghargai pengorbanan mereka. “Saya selalu menghargai usaha anggota NLD. Saya meminta Anda tetap bersatu sebagai partai,” kata pernyataan tersebut.
Ia juga mengutip ucapan bapaknya, pahlawan pembebasan Aung San, dengan meminta mereka “mengharapkan yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk”.
“Kita harus sabar, seperti kita sudah berkorban selama bertahun-tahun,” katanya dalam pernyataan itu. “Saya tidak mau memberikan harapan palsu kepada rakyat. Saya akan mengatakan lebih banyak bila saatnya tiba,” katanya.
“Sampai sejauh ini, kami tidak mendapat pesan jelas dari pemerintah,” katanya.
Pertemuan itu berlangsung sekitar 90 menit di sarana tentara di dekat rumahnya di Yangon, tempat ia menjalani 12 tahun tahanan rumah dari 18 tahun hukumannya. Peraih Nobel itu dijemput di rumahnya dalam iringan resmi, kata saksi. Suu Kyi terahir diizinkan bertemu dengan anggota dewan partainya pada 9 Nopember 2007, saat ia berbicara dengan empat anggota penting partainya selama satu jam di markas tentara, yang sama. Sarana itu juga menjadi tempat empat pertemuan sebelumnya dengan Aung Kyi. Pertemuan terahir mereka terjadi pada 11 Januari.
Pertemuan itu dilakukan saat tentara penguasa meningkatkan tekanan terhadap pembangkang politik. Seorang tokoh terkenal anggota NLD ditahan bersama dengan seorang anggota partai pada Selasa, agaknya karena menentang pengawasan ketat tentara atas lokamaya, kata Nyan Win.
Sepuluh pemimpin unjukrasa tahun lalu juga dituduh melanggar undang-undang penerbitan, yang keras, negara itu, kejahatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, kata partai itu pada Selasa.
Unjukrasa dipelopori biksu Budha pada September itu menjadi ancaman terbesar pemerintah dalam hampir dua dasawarsa. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan setidak-tidaknya, 31 orang tewas akibat penindakan itu dan 74 lagi masih hilang.
Karena mengharapkan meredakan kemarahan antarbangsa atas pertumpahan darah itu, Myanmar melakukan serangkaian usaha rujuk, termasuk mengizinkan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Ibrahim Gambari dan seorang penyelidik hak asasi badan dunia itu mengunjungi negara tersebut. Gambari dua kali mengunjungi Myanmar, tapi ketika meminta mengunjungi negara itu pada bulan ini, penguasa menundanya sampai April. ( ant/afp )
You must be logged in to post a comment Login