Torrance, Kalifornia ( Berita ) : Gedung Putih, Rabu waktu setempat (Kamis WIB) menyerukan para penguasa militer Myanmar membuka “segera” dialog dengan pemimpin demokrasi negara itu Aung San Suu Kyi.
Walaupun para pejabat AS mengatakan mereka gembira peraih Hadiah Perdamaian Nobel itu telah bisa melakukan kontak dengan dunia melalui seorang jurubicara tetapi mereka kecewa menyangkut pesannya.
“Kami kecewa mendengar, bahwa tidak ada kemajuan dalam dialog” antara Suu Kyi dan junta militer yang memerintah Myanmar, kata jurubicara Gedung Putih Tony Fratto. “Rezim itu menolak memberikan kerangka waktu bagi dimulainya satu dialog.”
Pernyataan-pernyataan AS itu dibuat setelah pemimpin demokrasi itu, melalui jurubicara, mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi “tidak puas” dengan pembicaraannya dengan junta, yang tidak banyak memberikan hasil setelah tiga bulan.
Pemenang hadiah perdamaian Nobel itu, yang berada dalam tahanan rumah selama 12 tahun dari 18 tahun ia ditahan , membuat pernyataan itu dalam satu pertemuan yang jarang terjadi dengan para anggota penting partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpinnya. ” Kami sekali lagi menyerukan rezim itu, seperti yang disampaikan dalam pernyataan Dewan Keamanan PBB 11 Oktober, untuk memulai segera dialog terjadwal dengan Aung San Suu Kyi dan semua pihak terkait termasuk etnik-etnik minoritas,” kata Fratto.
Presiden AS George W.Bush mengunjungi Torrance, Kalifornia sebagai bagian dari kegiatan tiga hari untuk mencari dana bagi partai Republiknya menjelang pemilu Nopember mendatang .Fratto sebelumnya mengemukakan kepada wartawan bahwa “pemerintah AS telah mendapat kabar dari “Aung San Suu Kyi, tanpa merinci lebih jauh.
Tetapi jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS kemudian menjelaskan pernyataan itu dan mengatakan “kami maksudkan semua kita di dunia. ” Kita semua mendapat kabar dari jurubicara dia yang bertemu dengan dia dan menyampaikan satu pesan dari dia kepada dunia,” katanya.
Amerika Serikat
Gedung Putih pada Rabu menyatakan “senang” dengan hubungan langsung antara pemimpin tahanan pendukung demokrasi Aung San Suu Kyi dengan pemerintah Amerika Serikat.
“Kami senang mendengar kabar dari Aung San Suu Kyi, langsung,” kata jurubicara Tony Fratto saat Presiden Amerika Serikat George W Bush berada di Torrance sebagai bagian dari tiga hari perjalanan untuk mengumpulkan uang bagi Republikan-nya menjelang pemilihan umum pada November. “Tapi, kami kecewa mendengar bahwa tak ada kemajuan berarti atas pembicaraan terikat waktu di antara dia dengan tentara, yang memerintah Myanmar,” kata Fratto.
“Penguasa itu menolak menawarkan jadwal apa pun untuk permulaan dialog,” katanya. “Kami sekali lagi menyeru penguasa itu, seperti seruan pada Pernyataan Ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 11 Oktober, untuk memulai pembicaraan berkerangka waktu dengan Aung San Suu Kyi dan pihak terkait, termasuk suku kecil, segera,” katanya.
Lambang demokrasi itu, lewat jurubicaranya, menyatakan “tidak puas” dengan pembicaraannya dengan penguasa, yang sesudah tiga bulan hanya menghasilkan sedikit. Penguasa menunjuk Menteri Buruh Aung Kyi sebagai “menteri penghubung” untuk menggalang hubungan dengan peraih Nobel Perdamaian itu.
Penerima Nobel Perdamaian itu, yang ditahan rumah selama 12 dari 18 tahun terahirnya, membuat pernyataan itu seusai pertemuan langka dengan anggota utama partai Liga Bangsa untuk Demokrasi (NLD)-nya.
” Kami mencatat bahwa Aung San Suu Kyi sudah boleh bertemu dengan pejabat dari partainya,” kata Fratto.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon akan berkunjung ke Myanmar untuk meningkatkan upaya diplomatik tergalang guna mendorong penguasa melakukan pembaruan, kata kelompok pemikir pada Kamis.
Upaya itu akan mencakup lebih banyak hukuman, yang diarahkan pada pemimpin penguasa, termasuk larangan pembelian senjata pada Myanmar, juga perangsang ekonomi untuk mendorong tentara melonggarkan kendalinya, kata laporan Kelompok Kemelut Antarbangsa (ICG).
Tindakan keras mematikan oleh tentara terhadap unjukrasa pendukung demokrasi pada September 2007 “mengguncang kemapanan politik” Myanmar, kata laporan itu. ”Masyarakat antarbangsa digerakkan ke tingkat belum pernah terjadi dan ada petunjuk bahwa perbedaan pendapat meningkat dalam tubuh tentarar,” tambah laporan itu.
Laporan itu minta Ban “terlibat langsung dalam pembicaraan penting dengan pemerintah Myanmar, termasuk melalui kunjungan ke (ibukota) Naypyidaw dalam waktu dekat.” Biksu Budha memimpin unjukrasa besar terhadap penguasa itu pada September dalam tantangan terbesar terhadap pemerintah dalam hampir dua dasawarsa.
Tentara menembak kerumunan orang untuk membubarkan unjukrasa itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa sedikit-dikitnya 31 orang tewas dan 74 lagi masih hilang. Ban menunjuk utusan khusus, Ibrahim Gambari, untuk memimpin upaya membuka pembicaraan antara tentara dengan pendukung demokrasi pimpinan Suu Kyi.
Gambari telah melakukan dua kunjungan ke negara itu, tapi ketika ia diminta kembali bulan ini, tentara menundanya hingga April.
ICG menyatakan Gambari akan terus memimpin upaya diplomatik antarbangsa, yang didorong kunjungan Ban ke Naypyidaw, yang terpencil. Negara tetangga Myanmar, termasuk Cina, Indonesia, Thailand, Singapura, dan Vietam, mendukung upayanya dengan menyertakan langsung penguasa itu dalam masalah stabilitas dan pembangunan kawasan, kata laporan itu. ( ant/afp )
You must be logged in to post a comment Login