Jakarta ( Berita ) : Sumatera Utara (Sumut) membutuhkan pemimpin daerah yang mampu mempertahankan dan memperkokoh sendi-sendi kerukunan masyarakat yang majemuk.
“Kondisi toleransi keakraban dalam kemajemukan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumut harus terjamin. Itu adalah harga mati yang harus dimiliki gubernur dan wakil gubernur Sumut mendatang,” kata Anggota MPR/DPR RI H Irmadi Lubis di Senayan Jakarta, Kamis [31/01] .
Dia mengemukakan, Sumut sebagai miniatur Indonesia yang terdiri atas berbagai ras, agama dan suku perlu dipimpin seseorang yang memiliki pemikiran dan pandangan yang mantap tentang konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena itu, Irmadi Lubis mengajak masyarakat Sumut untuk terlebih dahulu melakukan pengkajian terhadap lima pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub/cawagub) yang bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumut yang berlangsung April 2008. “Mari kita melakukan pengkajian terhadap para calon itu sehingga rakya Sumut tidak salah menempatkan orang yang pas menjadi pemimpin, ” kata Irmadi Lubis.
Dalam menentukan pilihan peimimpin daerah, Irmadi menyarankan agar rakyat meninggalkan segala atribut dan egoisme. Rakyat harus objektif dan jangan terpengaruh kepentingan partai politik, para Cagub/Cawagub/ dan kelompok tertentu. Sebagai pemilik hak pilih, rakyat Sumut jangan sampai salah pilih hanya karena kepentingan sesaat tanpa mendalami potensi dan kemampuan, serta komitmen pasangan calon yang dipilihnya. “Tempatkanlah orang yang tepat di tempat yang tepat dan jadikanlah pemimpin yang mengedepankan kepentingan rakyat. Jangan terpaku pada tebar pesona yang akan mewarnai kampanye pesta demokrasi rakyat Sumtara Utara ini,” katanya.
Tanpa bermaksud memengaruhi masyarakat Sumut, Irmadi melihat dari kelima pasang calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yang tepat sesuai dengan karakter Sumut yang majemuk adalah pasangan Mayjen TNI (Pur) Tri Tamtomo Benny Pasaribu.
Alasannya, kata Irmadi, dari segi kapabilitas Tri Tamtomo sebagai mantan Pangdam I Bukit Barisan memiliki kemampuan untuk memperkokoh sendi-sendi kerukunan masyarakat Sumatera Utara yang majemuk dan sebagai mantan tentara tentu memiliki pemikiran dan pendangan yang mantap tentang konsep NKRI.
Benny Pasaribu memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Benny seorang pakar ekonomi yang memiliki pengalaman di eksekutif dan legislatif akan mampu sebagai perencana sekaligus melakukan lobi untuk meyakinkan pemerintah pusat akan kebutuhan Sumut serta hubungannya yang luas di kalangan investor.
Potensi sumber daya alam (SDA) Sumut terutama agrobisnis sangat besar. Karena itu diperlukan pemimpin yang memiliki konsep pengembangan ekonomi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita harus jujur bila berbicara untuk kepentingan Sumut tanpa mempersoalkan calon itu dari partai politik mana pun. Perpaduan antara Tri Tamtomo yang memiliki kemampuan menjaga keamanan dan Benny Pasaribu yang memiliki konsep pengembangan ekonomi, sudah tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Irmadi.
Pasangan ini juga merupakan lambang terjaminnya toleransi keakraban dalam kemajemukan dan lambang kebangkitan perekonomian rakyat di Sumatera Utara. “Saya berani imbau rakyat Sumut agar tidak memilih cagub dan wakilnya hanya berdasarkan etnis, agama, kelompok apalagi hanya faktor partai politik,” katanya.
Dia menyatakan, rakyat adalah pemegang kedaulatan dan pihak yang menentukan siapa yang menjadi pemimpin. “Untuk itu jika rakyat memilih, maka pilihlah pemimpin sesuai dengan hati nurani,” katanya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login