Bandarlampung ( Berita ) : Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan tekad partai dan dirinya untuk mengambil kembali kekurangan perolehan suara pada Pemilu 2004, baik pada pemilu legislatif maupun pemilihan presiden tahun 2009 mendatang.
Seolah hendak menjawab pertanyaan tentang PDIP dan Megawati yang dinilai belum dapat menerima kekalahan Pemilu 2004 lalu, sesaat sebelum meresmikan kantor baru DPD PDIP Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Minggu [03/02] siang, Megawati menyatakan pada saat itu PDIP dan dirinya memang tidak kalah, tapi hanya kekurangan perolehan suara.
“Kalau kalah itu, seperti dalam pertandingan tinju, Knock Out atau KO, tapi saat itu masih bisa masuk ke putaran kedua,” cetus Megawati, di hadapan sejumlah Pengurus DPP PDIP dan DPD PDIP Lampung, termasuk Ketua DPD PDIP Lampung yang juga Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, para bupati/wakil bupati, anggota legislatif, kader dan simpatisan PDIP se-Lampung.
Menurut Megawati, dalam hitung-hitungannya, saat pemilu presiden 2004 itu, semestinya dirinya sebagai calon yang diusung PDIP bisa mendapatkan lebih 40 persen suara, sehingga diperkirakan terdapat suara yang hilang, “dibeli” atau sebab lainnya.
Putri Proklamator Bung Karno itu, menegaskan, ketika itu partainya hanya kekurangan suara yang kapan-kapan akan diambil dan direbut kembali.
“Tahun 2009 nanti, kami akan merebut dan mengambil kembali kekurangan suara itu,” kata Megawati, disambut tepuk tangan para kader, pengurus, dan simpatisan PDIP pula.
Namun dia mengakui, tekad atau “sesumbar” itu tidak akan ada artinya dan sulit tercapai kalau tanpa dibarengi dengan kerja keras seluruh warga PDI Perjuangan terutama pada kader dan pengurus partai itu.
Karena itu, dia minta pengurus PDIP tidak lagi mabuk kemenangan, baik yang duduk di jajaran pengurus, anggota legislatif atau menjadi kepala daerah, harus kembali bekerja keras untuk membangun dan membesarkan partai serta berbuat untuk partai dan masyarakat banyak. Megawati menyebutkan, sekarang ini partai itu menjadi “laris manis” dicari para calon kepala daerah, termasuk dikejar-kejar orang yang hendak meraih kursi legislatif.
Karena itu, dia menegaskan, dalam mengola PDIP akan menerapkan disiplin dan mematuhi aturan partai, sehingga siapapun yang melanggar akan dikenai sanksi tegas sampai pada sanksi pemecatan.
Dia juga menepiskan dalam menentukan calon-calon legislatif dan kepala daerah, partainya memasang tarif dengan nilai uang tertentu. “Bisa tanya, apakah selaku Ketua Umum PDIP saya melakukan hal seperti itu, mengingat tujuan hidup saya bukanlah seperti itu. Saya sangat bersyukur telah diberi rahmat sebagai anak presiden, jadi ketua umum partai, pernah jadi wapres dan bahkan presiden, jadi mau apa lagi karena semuanya sudah pernah dirasakan,” ujar Megawati pula.
Menurut Megawati, untuk mendukung tekadnya meraih kembali kemenangan pada Pemilu 2009 mendatang, bersama pengurus DPP PDIP dan dukungan pengurus PDIP seluruh Indonesia beserta para kader dan simpatisannya, dia siap menata manajemen partai itu menjadi lebih baik, lebih modern dan meninggalkan ciri-ciri sebagai partai yang “kuno”.
Berjuang
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Sjachroedin ZP mengajak seluruh pengurus, kader, dan simpatisan partai itu, untuk terus bekerja keras dan berjuang agar dapat mengembalikan kejayaan partai itu di daerahnya.
Menurut Sjachroedin yang juga Gubernur Lampung, di hadapan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat hendak meresmikan kantor baru DPD PDIP Lampung, di Bandarlampung, Minggu siang, PDIP menjadi partai yang “sakit” sehingga kalah dalam Pemilu 2004 lalu.
Namun diharapkan, dengan kesatuan dan soliditas seluruh pengurus dan kadernya, partai itu selain akan terhindar dari kondisi yang terpecah belah dan bisa mengobati “sakitnya”, juga berpeluang kembali meraih kemenangan dan kejayaannya. “Kalau seluruh pengurus dan warga PDIP ini bisa menjadi solid, kompak dan terus menerus berjuang dan bekerja keras, tekad mengembalikan kejayaan itu bukanlah basa-basi lagi,” ujar Sjachroedin pula.
Dia mencontohkan, dalam pemilu bupati pada tiga kabupaten di Lampung belum lama ini, pasangan calon yang didukung PDIP setempat berhasil memenangi dua diantaranya, yaitu di Kabupaten Lampung Barat (Mukhlis Basri, Ketua DPC PDIP Lampung Barat berhasil menjadi Bupati) dan Kabupaten Tanggamus (pasangan bupati-wakil bupati, Bambang Kurniawan-Sujadi Sadat yang diusung PDIP berhasil meraih kemenangan).
Sjachroedin menyatakan, tidak tertutup kemungkinan, dengan soliditas dan kekompakan serta kerja keras itu, PDIP kembali akan meraih kemenangan dalam pemilihan gubernur Lampung dan pemilihan bupati di Kabupaten Lampung Utara yang dijadwalkan pada tahun 2008 ini. “Kemenangan PDIP dalam pemilihan kepala daerah itu menunjukkan bukti adanya kekompakan pengurus dan dukungan rakyat,” ujar Sjachroedin lagi.
Ia meyakini, kalau dalam pemilihan gubernur dan bupati itu PDIP menang, dapat dipastikan dalam pemilu presiden tahun 2009 mendatang, di Lampung calon presiden dari PDIP juga akan meraih kemenangan. “Tapi semua itu memerlukan dukungan kesetiaan dan perjuangan semua warga PDIP di Lampung ini, dengan menjaga persatuan dan semangat kekompakan, berani memperjuangan kepentingan rakyat dan tidak lagi saling bertikai dan berkelahi satu sama lain,” demikian Sjachroedin ZP.
Tetap “Solid”
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta kepada seluruh kadernya untuk bersatu guna menjadikan partai semakin kuat.
“Sebagai Ketua Umum partai, saya hanya meminta yang solid,” katanya saat meresmikan gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Lampung, di Jalan by pass Soekarno-Hatta, Bandarlampung, Minggu.
Permintaan ini disampaikan Megawati agar para kader PDIP tidak terpecah terutama saat pemilihan kepala daerah maupun pemilu legislatif. “Kader PDIP tidak boleh saling menjatuhkan hanya untuk mendapatkan jabatan,” tambahnya.
Kader partai yang berhasil menjabat sebagai kepala daerah, lanjutnya juga tidak boleh terlena oleh kekuasaan yang didapatkan dan menyalahgunakan kekuasaan. “Anda adalah kader partai yang harusnya menyelamatkan partai,” katanya. Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Tjahyo Kumolo mengatakan, partai berlambang kepala banteng itu segera memiliki kode etik partai dan anggota partai. “Selama ini partai hanya menggunakan anggaran dasar/anggaran rumah tangga untuk mengatur anggota partainya. AD/ART saja tidak cukup. Dalam kode etik partai ini mengatur lebih rinci,” katanya.
Dalam kode etik tersebut di antaranya berisi larangan anggota partai menerima dan melakukan suap, memakai narkoba, serta melakukan perbuatan amoral.
“Jika tertangkap tangan memakai narkoba atau melakukan tindakan asusila, akan dipecat langsung,” katanya.Dengan adanya kode etik partai ini, diharapkan kader partai disiplin dan lebih “solid”. Tjahyo mengakui, kekalahan PDIP pada 2004 antara lain karena kader tidak disiplin dan “solid”. “Dengan adanya kode etik ini, anggota PDIP di DPR yang tidak beroposisi, artinya tidak mau mengritik dan hanya diam saja, akan dikenakan sanksi,” ujarnya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login