Ambon ( Berita ) : Kapolri, Jenderal Pol Sutanto memberikan bantuan Rp1 miliar untuk membangun kembali sejumlah fasilitas Mapolres Maluku Tengah atau Malteng yang terbakar/rusak akibat penyerangan personil Yonif 731/Kabaressy, di Masohi, Sabtu subuh(2/2).
Kapolda Maluku, Brigjen Pol.Mohammad Guntur Ariyadi, di Masohi, Rabu [06/02], mengatakan, bantuan Kapolri bersama Polda Maluku serta polres se- Maluku Rp400 juta, Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng yang juga Rp1 miliar itu siap untuk membangun kembali fasilitas Mapolres Malteng.
Pembangunan kembali fasilitas Mapolres Malteng telah ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas Kapolres setempat, AKBP Jacub Prajogo oleh Kapolda Guntur, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Rasyid Qurnaen Aquary dan Bupati Malteng, Abdullah Tuasikal, Senin petang(4/2).
Penyerangan yang mengakibatkan 48 rumah dinas, tiga unit kantor dan satu ruangan tahanan Mapolres Malteng terbakar. Insiden ini mengakibatkan Bripka Pol.Michael Wattimena dan Bripda Pol Musri Siomlibona serta Prada TNI. Remon Tuda meninggal dunia. Sementara luka serius dan harus dievakuasi ke Ambon adalah Bripda Pol.Stenly Timisela, Bripda Pol.Andi Nasurullah Bripda A.Bahraim serta Prada Ronald Mayakubun dan Pratu Melkias.
Saksi
Kapendam XVI/Pattimura, Mayor TNI. M.Sutaji, secara terpisah mengemukakan, sedikitnya 20 saksi (semuanya personil Yonif 731/ Kabaressy-red), termasuk Danyonnya, Letkol Inf.Donny Hutabarat yang telah telah dicopot, pada hari Selasa sudah diperiksa. “Pemeriksaan masih intensif dilakukan sehingga kemungkinan saksi bertambah dan belum ada ditetapkans sebagai tersangka,”ujarnya.
Tim Mabes TNI yang diketuai Danpuspom TBNI-AD, Brigjen TNI.Subagdja, Waaspam Kasad, Brigjen TNI.Agus Mulyady dan Waas Ops Kasad, Brigjen TNI Agung Revulton juga intensif melakukan investigasi. Tiga jenderal TNI ini melakukan investigasi dan memeriksa prajurit yang diduga terlibat bentrokan.
Personil Yonif 731/Kabaressy dan Polres Malteng telah melakukan rekonsiliasi, Senin petang(4/2) dalam suasana haru, terutama ketika ada saudara kandung dari dua kesatuan itu berpelukan sambil menangis. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login