NATO Ikut Campur Sesudah Warga Serbia Bakar Pos Perbatasan Kosovo

Pristina ( Berita ) :  Kelompok warga Serbia “marah” pada Selasa membakar dua pos pelintasan di perbatasan Kosovo-Serbia, membuat campur tangan pertama balatentara NATO sejak Kosovo menyatakan kemerdekaan hari Minggu, kata polisi dan jurubicara NATO.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 (18.30 WIB) di Pintu 1 dan Pintu 31, masing-masing penyeberangan perbatasan di Jarinje dan Banja, kata jurubicara polisi Veton Elshani kepada kantor berita Prancis AFP, dengan menambahkan bahwa tidak ada korban.

Duta sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kosovo dan pasukan penjaga perdamaian Kosovo (KFOR) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO memastikan kedua kejadian itu, dengan jurubicara KFOR menyatakan tentara disebarkan untuk ikut campur dalam yang dia sebut keadaan “disesalkan”.

Penyeberangan di Jarinje terletak di jalan raya utama menghubungkan ibukota Kosovo, Pristina, dengan ibukota Serbia, Beograd.

Elshani menyatakan kebakaran dibuat oleh kelompok “marah” warga Serbia, dua hari sesudah Kosovo menyatakan merdeka dari Serbia.

Jurubicara Perserikatan Bangsa-Bangsa Alex Ivanko, dengan mengutip keterangan dari polisi, mengatakan api membakar peti kemas, yang menjadi kantor di kedua penyeberangan itu. “Petugas sudah diungsikan,” tambah dia.

Ivanko menyatakan bahwa kemungkinan api ketiga di kantor pabean di kota Zubin Potok, yang dilaporkan sumber media Serbia, sebenarnya kejadian di Banja, yang berada di dekatnya.

KFOR memunyai 17.000 tentara dari 35 negara di Kosovo, dan sebelum pernyataan kemerdekaan pada Minggu, panglima Prancis-nya menyatakan tidak akan ragu ikut campur untuk mencegah kekerasan apa pun.

Suku kecil Serbia Kosovo, didukung Beograd, dengan keras menentang kemerdekaan untuk propinsi berpenduduk sangat besar suku Albania, yang kedaulatannya diakui Senin oleh Amerika Serikat dan negara besar Eropa.

Kekerasan itu mengancam tugas penegakan hukum Eropa bersatu, yang disiapkan untuk ditempatkan di wilayah itu, yang di bawah pemerintahan Perserikatan Bangsa-Bangsa hampir sembilan tahun.

“Kami berada beberapa meter dari pemisahan,” kata pejabat Barat. Ia menyatakan percaya “hanya soal waktu sebelum KFOR menutup jembatan” di atas sungai Ibar di kota panas Mitrovica, yang membagi Kosovo Serbia dan Albania.

Sekitar dua juta orang Albania tinggal di Kosovo bersama lebih kurang 120.000 orang Serbia. Separuh dari itu terkumpul di utara dari Mitrovica ke perbatasan Serbia, sisanya terkucil di daerah kantong di selatan. Jurubicara Kantor Warga Asing Eropa Bersatu, tempat ketua Belanda-nya Pieter Feith diperkirakan datang di Kosovo setiap saat, menyatakan tidak ada rencana menarik satuan kecil pendahulu Eropa Bersatu dari sisi utara Mitrovica. Mereka akan tinggal dan menjalankan amanat mereka, katanya kepada kantor berita Inggris Reuters.

“Pengunjukrasa menghancurkan pos penyeberangan perbatasan di Pintu 1 di Jarinje,” kata jurubicara polisi Kosovo, “Tak seorang pun cedera.”Warga Serbia juga menyerang pos lain di Zubin Potok, katanya. Polisi berlindung di terowongan di sana saat lebih dari 1,000 penentang mencoba meruntuhkannya, kata sumber polisi Kosovo. “Kami meminta NATO mengirim helikopter untuk mengungsikan petugas kami,” kata sumber polisi kepada Reuters di Pristina. Pasukan KFOR di daerah itu mencakup satuan Prancis, Denmark, Belgia dan Amerika Serikat.

Warga Serbia setempat, yang didukung pemerintah Serbia dan Rusia, menyatakan duta pengawas rencana Eropa Bersatu ke Kosovo, yang akan menempatkan 2.000 polisi dan petugas peradilan, tak sah dan memperingatkan bahwa kewenangannya tidak akan disetujui. ( ant/afp/rtr )

You must be logged in to post a comment Login