Jakarta ( Berita ) : Menteri Dalam Negeri Australia, Hon Bob Debus MP berkomitmen untuk memperkuat hubungan dwipihak dalam sejumlah bidang, termasuk penegakan hukum dan kerja sama hukum dan bea cukai, ketika melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia dalam peran barunya pekan ini, 24-26 Febuari.
Menurut keterangan resmi dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Senin [25/02] , Debus dijadwalkan bertemu sejumlah menteri dan pejabat senior Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Andi Mattalatta.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, mengatakan, kunjungan Debus memberi bukti lebih jauh tentang komitmen Pemerintah Australia yang baru untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam berbagai bidang.
“Baik Perdana Menteri maupun Menteri Luar Negeri Stephen Smith menekankan bahwa hubungan Australia dengan para tetangga di kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu pilar utama kebijakan luar negeri pemerintah, bersama dengan aliansi AS dan tekanan pada PBB dan lembaga multilateral,” ujar Farmer.
Kewenangan Menteri Dalam Negeri meliputi sejumlah bidang dalam negeri dan internasional, termasuk Polisi Federal Australia (AFP), Dinas Bea Cukai Australia, strategi mengatasi pencucian uang dan obat-obatan terlarang, hukum pidana dan pembaruannya dan Komisi Pidana Australia.
Menurut Farmer, Debus merupakan Menteri Pemerintah Federal kesepuluh yang berkunjung ke Indonesia sejak Pemerintah Australia yang baru diambil sumpahnya pada Desember 2007. “Baik Rudd maupun Smith juga menggarisbawahi komitmen Pemerintah Australia untuk memperkuat lebih jauh lagi hubungan kami yang luas dan erat dengan Indonesia,” katanya.
Dalam lawatannya ke Indonesia, Debus akan membicarakan sejumlah kegiatan bersama yang kini tengah berlangsung antara pejabat Australia dan Indonesia untuk memberantas penangkapan ikan secara liar, penyelundupan dan kejahatan lintas-batas lainnya di kawasan dalam pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddie Numberi, dan Ketua Badan Koordinasi Keamanan Laut.
Sementara itu dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Sutanto, Debus dijadwalkan untuk melakukan peninjauan ke Pusat Koordinasi Kejahatan Transnasional (TNCC) dan Pusat Data Bom Polri di Jakarta, yang dibangun dengan dukungan dana dan teknis dari Pemerintah Australia.
Ia juga akan mendengarkan penjelasan tentang Pusat Kerja Sama Penegakkan Hukum Jakarta (JCLEC) yang sangat berhasil, prakarsa bersama yang dibangun dengan bantuan Pemerintah Australia sebesar 37 juta dolar Australia sebagai pusat pelatihan untuk memperkuat kapasitas penegakkan hukum dan kerja sama di kawasan.
Lebih dari 3.000 anggota polisi dan pejabat dari Indonesia dan negara tetangga telah menerima pelatihan di JCLEC sejak dibuka pada 2004.
Debus, Anggota Parlemen dari wilayah pemilihan Macquarie, daerah Blue Mountains yang indah di New South Wales, bergabung dengan Parlemen Federal Australia berbekal pengalaman 19 tahun di Parlemen Negara Bagian NSW. Sebelumnya ia juga menjabat Menteri Negara Bagian NSW untuk Lingkungan Hidup, Seni, Pendidikan, Pariwisata, Keuangan, Tenaga Kerja, Energi, Lembaga Pemasyaratan dan sebagai Jaksa Agung. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login