Magelang ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan perlunya masyarakat melakukan penghemataan penggunaan bahan bakat minyak (BBM) terutama karena semakin tingginya harga minyak dunia.
“Kita ingin mengatasi pemborosan BBM, menggalakan penghematan dan kita ingin meningkatkan produksi,” katanya saat silaturahmi dengan para pekerja, perajin pahatan, dan penyerahan bantuan langsung masyarakat serta kredit usaha rakyat di Magelang, Jumat [02/05] .
Ia juga menyatakan, keinginannya untuk mengurangi ketergantungan penggunaan BBM dari fosil dan mengembangkan BBM dari bahan lain seperi panas bumi dan tenaga hidro.
Berbagai upaya penghematan harus ditempuh agar gonjang-ganjing kenaikan harga minyak dunia tidak semakin menyusahkan masyarakat. “Agar gonjang-ganjing dunia perminyakan ini tidak memukul habis kita, kita harus bersatu,” katanya.
Pemerintah, katanya, berusaha mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap kondisi di dalam negeri. “Kita tidak boleh putus asa, pesimis, kita terus mencari jalan keluar,” katanya.
Solusi Damai
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta perselisihan industrial diselesaikan secara damai. “Kalau ada perbedaan, perselisihan mari mencari solusi secara damai, sepelik apapun, kalau hati jernih, pikiran bersih ada jalan keluar,” kata Presiden saat silaturahmi dengan pekerja, perajin pahatan, dan penyerahan bantuan langsung masyarakat dan kredit usaha rakyat di Magelang, Jumat. Ia menyatakan perlunya semua pihak baik pekerja, pengusaha, dan pemerintah bersatu.
Mereka juga harus meningkatkan komunikasi dan konsultasi untuk meningkatkan produktivitas serta membangun situasi dunia usaha yang kondusif. Jika perekonomian, sektor riil dan sektor usaha makin tumbuh, katanya, hasilnya akan dinikmati masyarakat.
Pada kesempatan itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku memerhatikan suara-suara para pekerja yang disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2008, baik di Jakarta maupun di kota-kota lainnya di Indonesia. “Kita akan terus merumuskan apakah itu undang-undang, kebijakan, sistem hubungan, pengupahan, dapat dipecahkan bersama,” katanya.
Ia juga menyerukan agar semua pihak yang terkait dengan dunia usaha menghindari cara-cara kekerasan dalam memerjuangkan kesejahteraannya. “Tidak perlu dengan kekerasan, perusahaan bisa bangkrut, terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), saya menangis kalau ada PHK,” katanya.
Hadir pada kesempatan itu Ibu Negara Ani Yudhoyono,sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Gubenur Jateng, Ali Mufiz, Bupati Magelang, Singgih Sanyoto. Presiden SBY melakukan salat Jumat di Masjid Agung di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, meninjau perusahaan karoseri tersebar di Indonesia milik P.T. Mekar Armada Jaya, dan santap siang bersama para pekera di Magelang. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login