Atambua,
Di kawasan Fatubenau, Kota Atambua, Jumat [09/05], beberapa pedagang pengecer BBM itu sedang menakar bensin ke dalam botol-botol eks minuman yang isinya setara dengan satu liter.
Tetapi, botol-botol berukuran satu liter itu tidak diisi penuh, hanya seperempatnya saja yang dijual seharga Rp7.500. “Kalau tidak begini, pembeli pasti protes. Padahal harganya bisa sama saja Rp25.000 seliter,” kata Lito, pengecer bensin kaki
Lito menyatakan bensin itu diperoleh kelompoknya setelah berkeliling ke sana-sini, dan dia hanya mendapat “jatah” sekitar 10 liter saja. Dua temannya yang lain juga diberi “jatah” lebih sedikit, yaitu
Kenaikan harga bensin yang fantastis itu, katanya, bukan semata karena mereka ingin mengambil untung sebesar-besarnya. Hal itu karena harga asal di tangan “agennya” juga sudah tinggi, yaitu Rp20.000 per liter, dan mereka dikenai kuota maksimal 10 liter per hari.
Di seantero Kota Atambua, biasanya sangat mudah menemukan penjual bensin pinggir jalan yang menjajakan dagangannya ke dalam botol-botol itu. Namun sejak beberapa hari terakhir, botol-botol itu kini kosong melompong.
Kelangkaan BBM masih terjadi hingga Jumat ini, sehingga antrian panjang para pemilik kendaraan roda dua dan empat terjadi di beberapa SPBU di Atambua. Terbilang ratusan sepeda motor, mobil, dan truk berimpitan di sekitar SPBU Simpang Lima, pusat Kota Atambua.
Banyak dari pemilik sepeda motor dan mobil itu yang marah karena setelah mengantri hingga hampir 24 jam, tidak satu pun mobil tangki dari Depo Pertamina Atapupu yang datang. Hampir terjadi kericuhan akibat ketiadaan mobil tangki dari Atapupu itu.
Kekesalan para pemilik kendaraan itu semakin bertambah karena terdapat puluhan orang yang “mengantri” dari jalur lain sambil menenteng jeriken beraneka ukuran.
Menurut Marcel Bere, salah satu pengantri yang menenteng jeriken, mereka pasti diberikan bensin asal memberikan uang lelah kepada petugas penyalur selang bensin itu. “Pasti bisa, biasanya juga begitu,” katanya.
Akan tetapi, banyak di antara calon pembeli bensin itu yang harus kembali dengan tangan hampa karena polisi yang bertugas di SPBU itu langsung mengusir mereka. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login