Yangon ( Berita ) : Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi harus dibebaskan pada akhir pekan ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara tersebut, kata seorang pembela hukum Amerika Serikat di sini Jum’at [23/05] .
Suu Kyi, peraih Hadiah Nobel Perdamaian yang memimpin partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Myanmar yang dikendalikan pemerintahan militer, telah menjalani tahanan rumah sejak Mei 2003.
Dia akan menyelesaikan lima tahun tahanan rumahnya pada Sabtu ini, yang merupakan batasan hukum bagi orang-orang yang dianggap ‘mengancam kedaulatan dan keamanan negara dan kedamaian bangsa,’ menurut Jared Genser, ketua Dewan Hukum Bebaskan Sekarang Aung San Suu Kyi, yang berkantor pusat di AS.
Memorandum hukum Genser ini bisa didapat di Yangon. Genser, seorang pengacara, menyerukan bahwa berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Negara Myanmar 1975, Suu Kyi harus dibebaskan pada hari Ahad, pada saat dia genap menjalani masa tahanannya selama lima tahun, dan jika berdasarkan perpanjangan tahunan, berakhir pada Sabtu.
“Tahun kelima masa tahanan rumahnya terakhir diperpanjang oleh pemerintah junta militer pada 25 Mei 2007, untuk jangka waktu setahun. Karenanya, perpanjangan tahanan rumahnya berakhir pada 24 Mei 2008,” kata Genser dalam pernyataannya.
“Karena itu, Suu Kyi harus dibebaskan pada hari terakhir masa tahanan rumahnya, agar dia bisa menghadiri konferensi tentang bantuan di Rangoon (Yangon) Ahad, 25 Mei,” katanya menambahkan.
Namun belum jelas apakah penguasa junta Myanmar akan sepakat dengan tuntutan legalitas Genser. Tampaknya, sulit Suu Kyi akan dibebaskan pada saat yang dianggap sensitif oleh rezim itu.
Pemerintah telah mendapat kecaman keras internasional berkaitan dengan upaya bantuan bencana kepada para korban bencana badai Nargis, yang menyapu daerah pantai tengah negara itu pada 2-3 Mei, yang menyebabkan sedikitnya 133.000 orang tewas atau hilang.
Sekjen PBB Ban Ki-moon yang tiba di Myanmar Kamis meminta akses bagi para penyumbang internasional. Diperkirakan tiga pekan setelah bantuan badai sampai hanya bisa mencukupi 25 persen dari sekitar 2,5 juta penduduk yang menjadi korban badai. ( ant/dpa )
You must be logged in to post a comment Login