Golkar Pasang Target LJB 30 Persen

Banda Aceh ( Berita ) :  Ketua Badan Penyelenggara Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Agung Laksono memasang target maksimal di luar Jawa dan Bali pada Pemilu 2009 rata-rata di atas 30 persen, sementara target minimal mempertahankan hasil pemilu 2004.

“Target itu tentunya bervariasi di tiap daerah, namun prosentase perolehan suara untuk luar Jawa dan Bali (LJB) sama dengan hasil pemilu lalu,” katanya pada pelantikan pengurus Bappilu Partai Golkar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Banda Aceh, Rabu [25/06].

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu, ia menambahkan keberhasilan meraih target ini sangat tergantung pada ekspektasi dan kepercayaan dan doktrin “karya-kekaryaan” hendaknya menjadi semangat berkarya bagi kepentingan masyarakat. “Untuk itu setiap kader dituntut melaksanakan program-program kemasyarakatan yang berdampak positif secara langsung terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut ditegaskan, segenap jajaran partai Golkar perlu menegaskan dalam dirinya bahwa seluruh perbuatan kader akan memberikan pengaruh terhadap pencitraan partai di masyarakat. “Apabila perbuatan itu baik di mata masyarakat, maka baiklah citra partai ini. Begitu juga sebaliknya, namun tidak boleh seorang kader pun yang apatis terhadap upaya pemenangan Golkar,” katanya.

Golkar memiliki modal dasar yang akan menjadi faktor kekuatan menghadapi Pemilu 2009, pertama secara ideologis merupakan benteng Pancasila, benteng Konstitusi Negara dan pendukung utama tegaknya NKRI dan kedua sebagai pemenang Pemilu 2004 dengan meraih 21,58 persen dari 113.430.329 pemilih nasional.

Keunggulan lain, Golkar memiliki struktur lengkap dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa dan kelurahan serta kelompok-kelompok kader (Pokkar) yang dilengkapi organisasi sayap, badan serta mendapat dukungan dari ormas pendiri partai tersebut. “Yang lebih mendukung adalah Golkar memiliki kader berkualitas dan berpengalaman dengan track record relatif baik tersedia dalam jumlah besar serta memiliki basis pedesaan, terutama para pemilih tradisional,” katanya.

Selain itu, katanya, pembinaan kader yang dilakukan selama ini sangat terencana, terlatih dan terdistribusi di berbagai bidang pembangunan (birokrasi, politisi, LSM, lembaga kekaryaan dan OKP.

Di samping faktor kekuatan, para kader perlu mengantisipasi gembosan yang dikembangkan pihak tertentu dengan anggapan Golkar sebagai parpol konservatif, bermental birokrasi, kurang tanggap terhadap aspirasi rakyat yang berkembang serta tidak merakyat.

Kelemahan lain tanga harus diakui adalah sistem rekrutmen dan pendayagunaan kader belum berjalan secara optimal, sehingga menimbulkan kebosanan dan kejenuhan, disamping sumber dana yang sangat terbatas dan kurangnya militansi dan solidaritas kader.

“Bukan itu saja, kekalahan partai Golkar dalam pelaksanaan Pilkada di beberapa daerah, khususnya Pilkada provinsi, berdampak pada konsolidasi dan penguatan basis partai yang menang pada Pemilu 2004,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD Partai Golkar NAD H Sayed Fuad Zakaria menyerukan para kader daerah dapat memperbaharui komitmen dengan tekad mengibarkan panji-panji partai ke seluruh pelosok desa untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2009.

 

Partai Lokal

Ketua DPP Partai Golkar H. Burhanuddin Napitupulu mengisyaratkan partai berlambang pohon beringin itu siap berkolaisi dengan partai lokal yang dianggap mampu menarik simpati masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada Pemilu 2009.

“Oh, kita siap asalkan partai lokal tersebut memiliki visi yang sama. Kalau ingin kuat, partai lokal harus berkoalisi dengan partai besar. Yang jelas kita siap, termasuk dengan partai nasional,” katanya setelah melantik pengurus Badan Penyelenggara Pemenangan Pemilu (BAPPILU) tahun 2009 Partai Golkar NAD di Banda Aceh, Rabu.

Jika partai lokal berkoalisi dengan partai nasional besar, mereka akan lebih mudah memperjuangkan aspirasi masyarakat karena mendapat dukungan kuat dari pusat, terutama pada pemilihan langsung presiden (pilpres) mendatang mereka harus mendukung dan memenangkan calon yang diusung Partai Golkar.

Ketika ditanyakan, apakah Golkar telah menjajaki rencana koalisi dengan partai lokal di Aceh, terutama untuk Pilpres mendatang, ia mengatakan itu rahasia, namun peluang untuk itu sangat terbuka, termasuk dengan partai nasional memiliki platforma yang sama.

Menurut Burhanuddin Napitupulu, dari belasan partai lokal yang lahir di Aceh saat ini, beberapa di antaranya diperkirakan bakal mendapat dukungan masyarakat, terutama partai yang memiliki kader militan, struktur organisasinya kuat serta memiliki jaringan luas, programnya tersusun secara terencana bagi kesejahteraan rakyat.

Bagi Partai Golkar, upaya mempersiapkan diri menghadapi pemilu mendatang terus dilakukan secara berlanjut, baik dalam bentuk pelatihan kader maupun memperkuat jaringan dan struktur organisasi partai secara lebih baik, mulai tingkat pusat, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa dan kelurahan.  “Tanpa mempersiapkan diri secara lebih baik, kota sulit mempertahankan perolehan suara Pemilu tahun 2004,” katanya.

Pemiliu tahun 2009, terutama di Aceh berbeda dari daerah lainnya di Indonesia karena akan diikuti partai lokal, sehingga bakal terjadi persaingan dalam perolehan suara yang semakin ketat, sehingga memerlukan strategi khusus dengan program nyata untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat.

“Sebetulnya, di tengah sistem multipartai ini persaingan bukan saja dengan partai lokal tetapi juga sesama partai nasional,” tambahnya.

Peserta Pemilu tahun 2009 diperkirakan akan mencapai di atas 60 partai, sehingga akan terjadi persiangan dalam perolehan suara yang cukup tajam, namun partai yang memiliki struktur kuat, kader militan serta jaringan luas akan mendapat dukungan dari masyarakat tampil sebagai peraih suara terbanyak.

“Nah, sekarang semua kader Golkar dituntut kerja keras dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mengulangi sukses pada pemilu 2009,” demikian H. Burhanuddin Napitupulu. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login