MEDAN (Berita): Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melepas 537 mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmua Pendidikan (FKIP) untuk mengikuti program pengalaman lapangan (PPL) di 48 sekolah di Sumut.
Rektor UMSU Bahdin Nur Tanjung mengatakan kebutuhan akan tenaga pendidik saat ini masih terus dilakukan oleh berbagai intitusi pendidikan, baik swasta maupun negeri. “Saat ini kebutuhan guru masih belum mencukupi, terutama di daerah-daerah terpencil.
Sehingga ini merupakan sebuah peluang bagi para calon guru kedepan untuk bisa mengisi itu,” ucapnya saat memberi sambutan di hadapan mahasiswa yang akan berangkat PPL, kemarin.
Selain itu, kata Bahdin, pada saat bersamaan penciptaan guru yang berkualitas saat ini juga tengah gencar dilakukan pemerintah sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen. Hal itu dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebab, guru merupakan factor penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Berbagai program sudah dilakuan seperti program sertifikasi guru, beasiswa kualifikasi guru, dan tunjangan guru swasta. Untuk itu, intitusi pendidikan penghasil guru dituntut untuk mampu menciptakan tenaga pendidik yang siap pakai dan berkualitas. Saat ini sudah tidak ada perbedaan antara guru swasta dan negeri.
Sesuai ketentuan pemerintah dalam UU guru dan dosen, bahwa kedudukannya sama. Semua akan disertifikasi dan mendapat tunjangan yang sama dengan guru negeri, jadi jangan dianggap bahwa guru swasta tidak memiliki nilai lebih, sebab bagi guru swasta yang lulus sertifikasi akan mendapat tunjangan profesi yang sama dengan guru pegawai negeri,” jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini UMSU merupakan salah satu lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) swasta. Untuk itu, pengembangan kualitas keilmuan terus dilakukan pembenahan. Sehingga lulusan UMSU mampu memenuhi kebutuhan guru yang professional.
“Sejauh ini guru guru UMSU selalu diminati oleh intitusi pendidikan, bahkan sebelum selesai pun banyak mahasiswanya yang sudah mencicipi dunia pengajaran di sekolah. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan buat kita, karena mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas,” jelasnya.
Dalam program PPL ini, Bahdin mengharapkan mahasiswa dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Bagi yang belum pernah terlibat dalam aktivitas mengajar, PPL tersebut bisa jadi sarana latihan. Sehingga ketika dibutuhkan nantinya, lulusan UMSU siap untuk menempati posisi tersebut.
Sementara Dekan FKIP UMSU Nur’ain Lubis menyebutkan mahasiswa tersebut akan mengikuti PPL selama tiga bulan di 48 sekolah di tiga wilayah yakn
Jumlah itu terdiri 232 mahasiswa bahasa inggris, 92 mahasiswa bahasa indonesia, 109 mahasiswa matematika, 57 mahasiswa akuntasi, enam mahasiswa pendidikan pancasila, empat mahasiwa pendidikan konseling, dan empat mahasiswa program akta IV.
“Kami tidak melepas sepenuhnya para mahasiwa ini, tetapi juga dibimbing oleh 48 dosen, atau setiap dosennya memkoordinir 10 hingga 15 mahasiswa. Selain itu, kita juga menerunkan 10 dosen untuk memonitor mahasiswa ini agar pelaksanaan PPL nya bisa berlangsung baik,” jelasnya.
Dalam program PPL itu, kata Nur, para mahasiswa akan terlibat secara langsung di sekolah. Sehingga tidak ada aktivitas perkuliahan dikampus. Pelaksanaan PPL ini merupakan salah satu upaya untuk mengukur sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam mendalami ilmunya selama ini.(aje)
You must be logged in to post a comment Login