Banda Aceh ( Berita ) : Para Kapolres dan Kapoltabes di jajaran Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diminta memperkuat tali silaturrahmi (kemitraan) dengan wartawan guna mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Saya menegaskan kepada para Kapolres, Kapoltabes dan Kapolsek agar tidak alergi dengan wartawan, berikan informasi yang benar agar pers dapat menyebarkan kepada masyarakat luas,” kata Kapolda NAD, Irjen (Pol) Rismawan di Banda Aceh, Selasa [09/09].
Disela-sela peringatan HUT Polwan jajaran Polda NAD, dia menjelaskan tugas-tugas kepolisian harus diketahui masyarakat luas melalui pemberitaan media
Namun jika ada informasi yang mungkin belum bisa di ekspos, maka bisa minta pengertian kalangan wartawan guna mengamankan proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polri.
“Yang jelas, tidak ada kasus atau masalah yang harus kita tutup-tutupi, semuanya harus dijelaskan secara terbuka dengan data akurat kepada wartawan. Itu penting, sehingga masyarakat tidak bingung menerima informasi dari pihak kepolisian,” kata Rismawan.
Namun Kapolda juga mengharapkan agar kalangan pers tidak hanya memberitakan kondisi yang “seram-seram” misalnya perampokan, pencurian dan perampasan, tapi juga fakta mengenai situasi kondusif di Aceh pasca penandatanganan perjanjian damai (MoU) Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.
“Jangan gara-gara berita yang bombastis, berpengaruh pada ketidakberanian orang datang ke Aceh. Pengaruh pemberitaan pers itu dapat membentuk opini negatif dan positif, saya berharap pers juga sebagai pihak penyelamat perdamaian di Aceh,” kata Rismawan.
Kapolda menjelaskan, meski pasca MoU
You must be logged in to post a comment Login