ORANG zaman sekarang tidak tahu atau melupakan apa yang terjadi di Pulau Jawa, setelah balatentara Dai Nippon malam 28 Februari 1942 mendarat di Merak, Banten dan tanggal 1 Maret di Eretan Wetan.
Pasukan tempur Fukushina dengan menggunakan sepeda langsung menuju
Pasukan pelopor brigade yang dipimpin Kolonel Shoji memenggal kepala 60 orang militer Inggris dari RAF yang mempertahankan lapangan udara Kalijati. Di rumah sakit Subang terdapat 20 militer Inggris luka sedang dirawat. Mereka tanpa ampun dihabisi oleh pasukan Shoji.
Praktek begitu biasa dikerjakan oleh tentara Jepang. Di Jawa Tengah 50 orang tawanan perang dibunuh oleh Jepang. Sebelum itu masuk laporan tentang pendaratan Jepang tanggal 11 Januari 1942 di Tarakan
Instalasi minyak disana sesuai politik bumi hangus dirusakkan. Dari 650 orang yang bekerja di situ dalam satu malam 500 orang di
Tanggal 20 Januari pabrik penghalusan minyak dirusakkan. Begitu tentara Jepang mendarat di
Gubernur Belanda untuk Borneo Selatan dan Timur adalah dr B.J Haga yang diinternir oleh Jepang, tapi kedapatan mengadakan gerakan dibawah tanah. Haga sendiri pada hari pertama disidangkan depan pengadilan kena serangan jantung dan meninggal.
Lapangan terbang Ulin dekat
Tanggal 26 Agustus semua pria eropa dari kaum pengungsi yang berada di Long Naoan dekat perbatasaan Serawak dipenggal. Tanggal 29 September kaum perempuan eropa juga dipenggal-penggalin.
’Reputasi’ tentara Jepang yang suka membunuh penduduk dalam jumlah besar-besaran diketahui oleh Penglima tentara KNIL Letjen Hein Ter Poorten. Karena itu dengan segala upaya dia mau menghindarkan.
Pertempuran dengan Jepang dalam
Tanggal 13 Desember 1937 tentara Dai Nippon melakukan pembantaian mengerikan di
Pimpinan tentara mendengar tentang inisiatif diplomat tadi, lalu menghalanginya. Chiang Kai Sek menarik tentaranya dari
Pangeran Asaka berkata kepada stafnya ‘Kita akan hajar saudara-saudara
Pangeran Asaka mentang – mentang paman Tenno Heika tidak pernah dijadikan pejahat perang yang telah melakukan genocisa. Sampai hari ini pihak Jepang tidak mengakui bahwa telah terjadi pembunuhan besar-besaran di
Kekejaman tentara Jepang memenggal kepala orang dengan pedang samurainya membikin Belanda di Bandung ketakutan. Menurut buku De Japense aanval op Java Maart 1942 oleh Nortier, Kuijt dan Groen, ketikaa pasukan pelopor Kol Shoji menawan 72 orang militer KNIL di daerah Ciater, mereka diperintahkan melepaskan puttes atau setiwel. Mereka dibagi stas kelompok-kelompok terdiri dari tiga orang yang diikat dengan setiwel.
Kemudian militer Belanda itu ditembaki dengan mitralyur. Yang masih merintih kesakitan ditusuk matanya dengan bayonet. Dua militer selamat keluar dari pembantaian. Mereka bersembunyi dan dua hari kemudian tiba di Cimahi.
Di
Setelah dua hari berunding mengenai kapitulasi Hindia Belanda kepada Jenderal Imamura di Kalijati 8-9 Maret, maka Senen siang tanggal 9 Maret 1942 tentara Jepang yang pertama berbaris memasuki Bandung. Mereka berjalan kaki dari Lembang, dalam dua barisan, satu sebelah kiri Jalan Tamansari, yang lain di sebelah kanan.
Beberapa serdadu Jepang naik sepeda yang buat sebagian dibuat dari kayu. Kecuali sedikit yang pakai sepatu dari kulit, kebanyakan serdadu Jepang itu memakai sepatu karet warna hijau. Kota Bandung diduduki oleh Jepang. +++
You must be logged in to post a comment Login