“paham atheis yang ingin menghapus Pancasila dan pernah merongrong Indonesia melalui Partai Komunis Indonesia (PKI) sampai kini harus terus diwaspadai, karena paham itu masih banyak bergerak di lingkungan masyarakat terutama di kantong-kantong kemiskinan,” kata Syamsul Arifin usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Komplek Tugu Letda Sujono, PTPN III Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Rabu [08/10].
Ia menegaskan, paham atheis harus sejak dini diberantas habis hingga ke akar-akarnya, sementara kepada generasi penerus mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus ditanamkan kebencian terhadap paham tersebut.
Menurut gubernur, paham atheis harus terus diwaspadai karena bangsa
Tampak di lokasi peringatan, keluarga Letda Sujono, tentara yang dibantai PKI di Medan, seperti Riyadi dan dua saudaranya. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login