Pelajar Indonesia Di Luar Negeri Gelar Konferensi Di Belanda


Den Haag ( Berita ) :  Sejumlah pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri, menggelar pertemuan di Den Haag, 25 hingga 26 Oktober 2008 dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, 100 tahun Gerakan Pelajar Indonesia di luar negeri dan 80 tahun Sumpah Pemuda.

Dalam kongres tersebut, hadir sejumlah pelajar Indonesia dari berbagai negara, seperti Australia, Afrika, Timur Tengah, Maroko dan Jerman dengan menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, pengamat pangan, HS Dillon dan budayawan  Emha Ainun Najib.

 Dalam konferensi tersebut, Duta Besar Indonesia untuk  Belanda, JE Habibie mengatakan kini saatnya para pemuda dan pelajar yang sedang bertugas dan belajar di luar negeri, bisa berperan aktif dalam upaya pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Para pemuda juga diharapkan memberikan sumbangsih berupa masukan dan memberikan ide kepada pemerintah sesuai kapasitas sebagai pemuda dan pelajar.

 Mengambil pelajaran dari sejarah, pelajar dan pemuda Indonesia berperan aktif dalam gerakan nasionalisme. Melalui gerakan nasionalisme pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri, diharapkan warga negara Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di luar negeri  menyumbangkan pemikiran, alih teknologi dan pengetahuan, bahkan aliran dana dari luar negeri, yang bermanfaat untuk mendukung pembangunan tanah-air , kata Fanni Habibie .

 Setidaknya dalam konferensi pemuda dan pelajar Indonesia ini, para mahasiswa mengintegrasikan semangat kebangsaan dan membangkitkan peranan pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai salah satu bagian dari pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Di era globalisasi ini, semakin banyak pemuda dan pelajar Indonesia yang berdomisili di luar negeri, baik sebagai pekerja maupun untuk menuntut ilmu,” jelasnya. Kegiatan ini juga melakukan telekonferensi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, langsung dari Beijing. Presiden berharap ara pelajar yang kini berada di luar negeri, bisa memberikan pemikirannya untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Pada abad 21, negara kita harus menjadi negara yang maju dan kami membutuhkan sumbangsih para mahasiswa untuk bisa meningkatkan daya saing, kemandirian dalam memajukan bangsa ini ke depan sebab kepemimpinan dan kelanjutan bangsa tanah air, berada di tangan generasi penerus,” jelas Presiden.

Panitia Pelaksana, Christian Santoso dalam laporannya kepada Presiden SBY mengatakan bahwa konferensi ini akan menghasilkan tiga buah rekomendasi, yakni rekomendasi yang berisi rangkuman saran-tindak dari lima topik yang dibahas lima kelompok kerja, draft kertas kebijakan pembentukan Pusat Thesis Indonesia serta rekomendasi mengenai masukan rancangan kebijakan kerja sama pendidikan.

Setelah konferensi ini, akan dibentuk panitia ad hoc yang bertugas mendirikan lembaga pusat thesis Indonesia yang akan diprakarsai oleh KBRI untuk  Belanda.

Panitia ad hoc juga diharapkan memberi masukan bagi rancangan kebijakan kerja sama pendidikan dengan dibuatnya Memorandum of Understanding kerja sama pemberian beasiswa antara Pemerintah Indonesia diwakili oleh KBRI untuk Kerajaan Belanda dengan Pemerintah Kerajaan Belanda sebagai penyedia dana beasiswa. ( ant )

 

You must be logged in to post a comment Login