Presiden Diminta Tidak Izinkan Legislator Reses Ke LN


Den Haag ( Berita ) :  Mahasiswa Indonesia yang kini sedang menempuh pendidikan di luar negeri, meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengeluarkan suatu kebijakan, tidak memberikan izin kepada para legislator (anggota DPR) melakukan reses atau studi banding ke luar negeri karena saat ini, kondisi keuangan bangsa sedang mengalami krisis.

“Kami sudah beberapa kali mengeluarkan press rilis soal kunjungan para anggota dewan yang mengatasnamakan studi banding ke luar negeri namun hal tersebut kurang efektif karena mereka masih tetap saja melakukan kegiatan tersebut meski Indonesia dalam keadaan krisis,” jelas salah seorang mahasiswa Indonesia di Belanda, Fahmi, dalam telekonferensi bersama Presiden SBY dalam Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia (PPI) di Luar Negeri yang dipusatkan di Museon, Den Haag, Belanda.

 “Mereka tanpa malu, masih tetap saja melakukan kunjungan ke luar negeri dengan alasan studi banding. Saya kira, diantara mereka, ada juga teman-teman Bapak yang berasal dari satu partai. Setidaknya, Bapak bisa memberikan perintah atau nasihat karena studi banding para legislator itu, tidak memberikan hasil yang maksimal,” jelas Fahmi.

 Dalam telekonferensi dengan sejumlah pelajar Indonesia di luar negeri, Presiden SBY yang kini sedang berada di Beijing mengatakan bahwa hal ini akan menjadi perhatian penuh bagi pemerintah. 

Presiden menjawab DPR adalah lembaga yang memiliki struktur danmekanisme tersendiri sehingga tidak mungkin pemerintah memberikan teguran. Namun, ia berjanji akan mengawasi jajaran pemerintahan yang berada di bawah kewenangannya agar tidak lagi mudah bepergian ke luar negeri tanpa alasan yang jelas.

“Sebenarnya, jajaran pemerintah baik di pusat maupun di daerah, cukup keras dalam menyikapi kegiatan studi banding yang dilakukan legislator. Bila kegiatan studi banding ini, tidak bisa diwakili, setidaknya seefisien mungkin bisa dibatasi,” ujar Yudhoyono.

 Selain itu, Presiden juga berjanji akan membahas masalah alokasi dana untuk kepentingan pergerakan mahasiswa Indonesia yang berada di Luar Negeri. Hal ini dianggap penting mengingat sejumlah pelajar yang kini sedang menempuh pendidikan di luar negeri, merupakan harapan dan generasi penerus bangsa dalam memajukan negara Indonesia.

 “Saya akan coba bicarakan masalah ini dengan Pendidikan Nasional namun saya tidak terlalu banyak memberikan janji. Insya Allah, sepulang ke Indonesia, hal ini akan kami upayakan karena negara sudah mengalokasikan anggaran pendidikan dalam APBD sebesar 20 persen,” kata Presiden. ( ant )

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login