Moskow ( Berita ) : Pemimpin Libya Moamer Khadafi, yang mengunjungi Moskow, Jumat untuk pertama kali sejak tahun 1985 akan menawarkan menjadi tuan rumah bagi satu pangkalan angkatan laut Rusia di negara Afrika Utaranya, kata sebuah suratkabar Rusia.
“Libya siap menjadi tuan rumah satu pangkalan angkatan laut Rusia,” kata suratkabar Kommersant, mengutip satu sumber yang dekat dengan persiapan-persiapan kunjungan pertama Khadafi di Moskow sejak masa Uni Sovyet. Pangkalan itu terletak di pelabuhan Benghazi, kata sumber tersebut.
Kehadiran militer Rusia akan menjamin tidak ada agresi terhadap Libya oleh Amerika Serikat, yang tidak segera merangkul Khadafi walaupunada langkah-langkah rekonsiliasi,” kata surat kabar itu.
Tawaran Khadafi itujuga dapat “meredakan kekecewaan Kremlin” atas kegagalannya memenuhi perjanjian-perjanjian yang dicapai April dalam satu kunjungan bersejarah ke Tripoli oleh Presiden (waktu itu) Vladimir Putin , kata Kommersant.
Dalam kunjungan itu, Moskow setuju membatalkan utang Libya semasa Uni Sovyet yang berjumlah miliaran dolar sebagai imbalankontrak-kontrak besar dengan perusahaan-perusahaan Rusia. Perjanjian-perjanjian itu termasuk janji Tripoli untuk membeli senjata-senjata Rusia, tetapi “walaupun adanya perjanjian itu, Khadafi masih tidak akan membeli satu tank atau pesawatpun,” kata Kommersant.
Rusia juga kecewabahwa Libya yang kaya minyak itu tidak bergabung dalam “OPEC gas” bersama dengan pengekspor gas Qatar, kata Kommersant. Khadafi menurut rencana akan mengunjungi Rusia mulai Jumat sampai Minggu.
Hubungan antara Rusia dan Libyamenunjukkan tanda-tandamenghangat tahun ini setelah lama dingin.
Awal bulan ini, sebuah kapal perang Rusia singgah di Tripoli sebagai bagian dari unjuk kekuatan global yang termasuk pelatihan angkatan lautbersama antara Rusia dan Venezuela di KaribiaNopember.
Pada April , perusahaan raksasa gas Rusia Gazprom menandatangani satu perjanjian kerjasamadengan perusahaan energi Libyasementara perusahaan kereta api Rusia menandatangani satu kontrak senilai 2,2 miliar dolaruntuk membangun satu jaringan kereta api di Libya. Libya membeli banyak senjatanya dari Moskow selama Perang Dingin. ( ant/afp )
You must be logged in to post a comment Login