Qaddafi Dan Leezza


MENTERI Luar Negeri Amerika Condaleezza Rice mengunjungi negeri-negeri Magribi di Afrika Utara di tengah bulan Ramadan yaitu Lybia, Tunisia, Aljazair san Marokko.

Kunjungannya ke Lybia di mana dia bertemu dengan pemimpinnya Kolonel Muammar Qaddafi mempunyai arti sejarah. Paling akhir Amerika mengirimkan top diplomatnya ke Tripoli ialah tahun 1953, ketika Menlu John Foster Duller berkunjung.

Kunjungan Rice ke Lybia didokumentasikan dengan baik. Di saat ketika organisasi-organisasi berita berfokus pada kampanye pemilihan presiden di AS, sejumlah delapan organisasi terhormat masih menyediakan uang untuk mengirimkan koresponden agar meliut peristiwa bagi generasi mendatang.

Helene Cooper menulis dalam Internasional Herald Tribune ( 9 September 2008) bahwa  pertemuan antara Qaddafi dengan Rice

itu cukup manis, Qaddafi menyapa Menlu Rice dengan nama ” Leezza”. Ia berbusana jubah warna putih dan dia memberi kado berlimpah kepada Rice. Dia kasih kepada Rice sebuah kalung dengan locket yang memuat gambar Qaddafi. Selanjutnya alat musik suling,sebentuk cincin yang besar dan sepasang tali pergelangan Worder- Womanesque.

Rice di pihaknya juga memberikan tandamata, kendati nyaris tidak setara. Dia kasih kepada Qaddafi sebuah pinggan dengan gambar senjata AS bertulisan tandatangan. Tiada persoalan. Orang yang disebut oleh Presiden Ronald Reagan ” Anjing Gila dari Timur Tengah” bersikap elok. “Oh, ini begitu permai. Terima Kasih banyak” ujar Qaddafi kepada Rice.

Pada pembaca dari blog resmi Departemen Luarnegeri As menerima laporan tangan pertama mengenai pertemuan antara Rice dengan Qaddafi sebelum para reporter yang ikut dalam rombongan Rice menerima laporannya. Hal itu menimbulkan amarah beberapa reporter.

Sean McCormark jurubicara Deparlu AS telah mencatat laporan dari pos-pos Deparlu yang jauh letaknya, sejak dia memulai state Departement blog satu tahun yang silam selama sidang Majelis Umum PBB di di New York McCormack memulai blog, katanya, untuk menggelakkan diskusi-diskusi cyber di antara kedutaan – kedutaan di lapangan, dan di antara State Departement dengan publik.

Hal itu juga memberikan kepada McCormack sebuah cara untuk berkomunikasi tanpa harus menyaring pesannya melalui para  reporter yang sering bersikap skeptis, yang menulis artikel mereka menurut cara yang mereka kehendaki, walaupun McCormack berkata bahwa melewatkan pers bukanlah alasannya untuk melalui blog di internet.

Setibanya di Libya para reporter meminta McCormack untuk “beroleh warna” yakni adegan-adegan deskriptif dari per temuan antara Qaddafi dengan Rice guna memperindah artikel mereka. Periksa sepatu Qaddafi” kata seorang reporter. ” Bisakah anda mencela untuk melihat apakah dia memakai sepatu berwarna ungu”.

McCormack melihat dan mendapatkan sedikit sekali. Kolonel Qaddafi menggunakan sepatu berwarna hitam. Terdapat hanya seorang pengawal perempuan. Bukan  barisan ganya perempuan yang tiap orang ingin melihatnya. ” Bagi mereka yang mencari warna ( dalam berita), ruangan kamar memberikan tidak apa-apa”.

McCormack mengatakan dalam blognya “Kamar pertemuan itu adalah bersahaja, berhasil kayu yang dikelilingi dengan kursi-kursi dan sofa-sofa bagi tuan rumah dan delegasi-delegaso yang berkunjung. Saya pernah pergi ke rapat-rapat dalam ruangan kamar seperti ini sudah seratus kali”.’

“Sesudah kl 20 menit diakui antara Kolonel Qaddafi dengan Menlu Rice, pertemuan pindah ke pertemuan satu- lawan-satu antara kedua orang (berbarengan dengan jurubahasa dan tukang pencatat). Berbeda dengan sementara laporan berita itu, Qaddafi melakukan pencakapan langsung dan mengalir bebas dengan Menlu Rice”.

Setelah selesai Qaddafi pergi ke korps wartawannya yang tidak gembira untuk memberikan kepada mereka taklimat ( briefing) mengenai pertemuan dengan Rice. Berapa banyakkah santapan malam yang terdiri dari tujuh courses bisa anda makan dalam satu malam ? Jika anda adalah Rice, jawabannya ialah dua. Rice mengunjungi Lybia, Tunisia, Aljazair dan Maroko pada pertengahan bulan Ramadan yang berarti iftar  yakni berbuka puasa dengan makan besar.

Karena Rice sedang melintasi  Magribi, maka dia dapat tiga iftar, yang pertama di Tripoli dengan Qaddafi. Rice tidak ikut iftar di Tunisia, Tiba di Tunis pukul 2 siang dari Tripoli.

Tapi pada minggu malam Rice makan meze di Aljazair dengan para petinggi, mendorong makanan sekitar  piringnya seraya arus makanan mengalir satu demi satu, lalu dia sudah pergi ke bandara untuk penerbangan ke Rabat dan ke iftar lain.

Di Rabat santapan malam terdiri dari domba, ikan, ayam dan sebuah pinggan daging dengan apricort dan prunes. Hidangan berlanjut hingga pukul 1.30 malam, tambah tujuh courses seluruhnya.

Rice tidak menyentuh dessert. Rapi Rice harus pergi menghadiri dua iftar lagi. Dia jadi tuan rumah bagi iftar yang diadakannya Senen malam bagi para pejabat Arab dan akan menghadiri iftar yang diadakan oleh  Presiden George W Bush,

Qaddafi dan Rice makan berduaan saja di dapur privenya dialam tenda kediamannya di Rab Al Azizia, komplek yang dulu dibom oleh pesawat Amerika tahun 1986 pada puncak ketegangan Lybia – Amerika.

Tatkala Rice usai makan, Qaddafi menyerahkan kepada Rice vuku yang ditandatanganinya yakni vuku hijau yang kesohor yaitu seruan  revolusioner Qaddafi untuk berjuang.(****) 

 

You must be logged in to post a comment Login