Kekalahan Johanes Di Jerman Agara Dijadikan Pengalaman Berharga


Medan ( Berita ) :  Pecatur MN Johanes Simbolon asal Sumut yang mengalami kekalahan dan gagal meraih prestasi di Olimpiade Catur 2008 di Dresden, Jerman, agar dijadikan pengalaman yang sangat berharga.

“Kekalahan itu dapat diambil hikmahnya, ke depan agar lebih giat berlatih untuk menembus kegagalan tersebut,” kata  Sekretaris Pengprov Percasi Sumut, Suhadi, di Medan, Rabu [19/11] .

Hal tersebut dikatakannya ketika diminta komentarnya mengenai kekalahan tim catur putra-putri Indonesia yang mengikuti Olimpiade tersebut. Ia mengatakan, pecatur dari 152 negara dunia yang ikut berlaga di Olimpiade itu bukan sekelas Johanes, pecatur nasional yang belum pernah mengikuti Olimpiade.

Apalagi, katanya,event internasional tersebut diikuti pecatur GM Rustam Kasimdzhanof (Uzbekistan) juara dunia 2004. “Kita tidak perlu merasa malu dengan kakalahan tersebut. Harus berjiwa kesatria dan mengakui keunggulan pecatur dunia yang memiliki pengalaman tanding, ” ujarnya. 

Ia menambahkan, kendati Johanes gagal meraih gelar Master Internasional (MI) di Jerman, bukan membuat dia harus patah semangat, melaikan harus lebih giat lagi  berlatih dan menambah ilmu catur.  “Karena kekalahan itu adalah prestasi yang tertunda. Ini dapat dijadikan sebagai cambuk agar kita lebih giat berlatih. Pengalaman yang diperoleh  di Jerman itu harus dapat dikembangkan di Indonesia,” katanya.

Pada pertandingan di Olimpiade di Jerman,  MN Johanes Simbolon yang berada di papan tiga mendapat posisi lebih bagus dan tidak ada kalah. Namun, kelemahan yang dialami Johanes adalah karena gugup atau “grogy” dan krisis waktu  berturut-turut, sehingga dianggap melakukan kesalahan yang cukup fatal.

Akhirnya Johanes Simbolon peraih medali emas perorangan putra  di PON XVII/2008 Kaltim akhirnya menyerah kalah pada langkah ke-70  saat berhadapan dengan  pecatur MI Leonardo Valdes.

Selain Johanes Simbolon, yang ikut bertarung  di Olimpiade itu, yakni GM Susanto Megaranto, MI Irwanto Sadikin, Farid Firmansyah, MIW Irene Kharisma Sukendar, Dewi Citra, Evi Lindawati dan Iin Dijayanti ( ant )

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login