Menlu Arab Bahas Masalah Palestina


Kairo ( Berita ) :  Menteri luar negeri Arab melakukan pertemuan darurat Rabu sore di markas Liga Arab di Kairo, Mesir, guna mebahas perkembangan paling akhir dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Masalah persatuan antar-Palestina, pembicaraan perdamaian dengan Israel dan situasi saat ini di daerah kantung Palestina Jalur Gaza menempati posisi atas dalam acara pertemuan itu.

Dalam sidang pembukan pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Saud Al-Faysal menyampaikan harapannya bahwa negara Arab akan menyusun strategi bersama guna menyembuhkan perpecahan di kalangan rakyat Palestina.

Negara Abra mesti memanfaatkan peluang yang mereka miliki sekarang sementara Presiden terpilih AS Barack Obama menyuarakan dukungan bagi penyelesaian dua-negara bagi masalah Palestina, kata Al-Faysal.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi itu mengatakan ia berharap para menteri Arab akan dapat menghasilkan satu strategi yang dilandasi atas persatuan Palestina.

Selama babak sidang lanjutan, Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abul Gheit dijadwalkan menyampaikan pandangan Mesir mengenai situasi di Palestina sejak 2006, terutama upaya Mesir untuk memelihara gencatan senjata antara Israel dan kelompok pejuang Palestina serta menjadi tuan-rumah dialog persatuan antar-Palestina.

Pada Selasa, jurubicara Kementerian Luar Negeri Mesir Hossam Zaki mengatakan pertemuan darurat menteri luar negeri Arab itu adalah kesempatan penting guna mengembalikan masalah Palestina di jalurnya.

Selama tiga pekan terakhir, sejumlah roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel dan lebih dari selusin gerilyawan Palestina telah gugur, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang diperantarai Mesir, yang dihormati oleh kedua pihak sebelum letupan baru-baru ini, mungkin ambruk sebelum masa tahap pertama enam bulannya berakhir.

Mengenai persatuan Palestina, Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) memboikot dialog yang diusulkan Mesir yang mulanya dijadwalkan dimulai awal November, dengan alasan berlanjutnya penindasan pimpinan Fatah terhadap anggotanya di Tepi Barat Sungai Jordan. ( ant/xinhua )

You must be logged in to post a comment Login