RI – China Saling Undang Untuk Berinvestasi


Jakarta ( Berita ) :  Departemen Perindustrian (Depperin) RI dan Provinsi Shaanxi, RRC saling membuka diri dan mengundang masing-masing negara untuk dapat meningkatkan kerja sama bisnis dan investasi.

Hal tersebut terjadi dalam Forum Kerja sama Industri RI-RRC khususnya Departemen Perindustrian dengan Provinsi Shaanxi yang dihadiri oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qi Yue, serta Gubernur Provinsi Shaanxi Yuan Chun Qing, di Jakarta, Kamis [27/11].

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, bahwa realisasi investasi asing di Indonesia pada 2007 hingga semester pertama 2008 telah mencapai 10,3 miliar AS dolar. Namun sayangnya investasi China di Indonesia baru mencapai 0,3 persen dari total investasi yang masuk.

Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi China yang demikian tinggi, dia mengharapkan investasi China akan mengalir ke Indonesia sehingga mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ya investasi China masih kecil 0,3 persen. Karena itu, forum ini juga bisa jadi upaya kita untuk menarik investasi China lebih besar lagi di Indonesia,” ujar dia.

Fahmi menambahkan, dengan berbagai kebijakan yang mendukung pada perbaikan iklim investasi dan pembangunan industri di Indonesia, sebenarnya memberikan peluang tidak saja bagi para pelaku usaha di Indonesia tetapi juga para pelaku usaha asing termasuk China.

Dia sempat menyebutkan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan perbaikan iklim usaha seperti Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang intinya memberikan jaminan kepastian usaha bagi investor.

Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional untuk memberikan fasilitas dan insentif fiskal dan non fiskal dalam bentuk pengurangan pajak, tarif, dan pelayanan satu atap, penyederhanaan birokrasi, serta hak penggunaan tanah berusaha dalam kawasan ekonomi khusus untuk 95 tahun.

Sementara itu, Gubernur Shaanxi Yuan Chun Qing mengatakan, posisi Indonesia di ASEAN sangat penting. Karena itu Pemprov Shaanxi mencoba mendorong kerja sama lebih besar lagi antara Indonesia dan provinsi Shaanxi.

“Nilai perdagangan kami tumbuh 114 persen saat ini dibanding tahun 2006. Bahkan dalam kondisi krisis ini pertumbuhan ekonomi tidak terganggu dan diprediksi akan semakin meningkat,” katanya.

Dia meyakini pengusaha menjadi pendorong perkembangan ekonomi, karena itu pemerintahannya selalu berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan pengusaha. Harapannya hubungan bisnis juga dapat dilakukan oleh Indonesia dan Provinsi Shaanxi, baik secara “B to B” atau “G to B”.

“Kerja sama bisa dilakukan di sektor pertambangan, industri, permesinan, teknologi, sumber daya manusia, wisata. Kami undang pengusaha Indonesia untuk datang ke Shaanxi untuk berwisata, dan bila memungkin sekaligus melakukan bisnis, mulai dari perdagangan hingga investasi,” ujar dia.

Dia mengatakan Pemprov Shaanxi akan benar-benar mendukung kerja sama tersebut. Hal tersebut dapat menjadi fondasi untuk kerja sama dua belah pihak. ( ant )

 

 

You must be logged in to post a comment Login