Beberapa Ormas Islam Membahas Awal Bulan Hijriyah


Jakarta ( Berita ) :  Beberapa organisasi masyarakat (ormas) berbasis Islam berkumpul dalam seminar berbagi pandangan tentang penentuan awal bulan Hijriyah, di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mulai Kamis hingga Minggu (27-30/11).

Seperti dikutip dari keterangan tertulis pihak panitia , di Jakarta, Jumat [28/11], penyelenggaraan seminar ini didukung penuh oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT).

Beberapa ormas yang ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Pengurus Besar Nadhatul Ulama (NU), Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Ormas lain yang akan hadir adalah perwakilan dari Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Jama’ah An Nadzir, dan Tarikat Naqsyabandiyah.

Menurut sekretaris panitia seminar, Dr. Susiknan Azhari, selama ini penyebab perbedaan penentuan awal bulan yang berdampak kepada perbedaan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha adalah karena belum adanya kesepakatan kriteria yang dipakai.

“Upaya menentukan sebuah kriteria yang bisa diterima berbagai kelompok umat Islam adalah sebuah keniscayaan. Kriteria yang sama inilah yang akan menyatukan visi semua kelompok, dengan kesatuan kriteria, diharapkan bisa menciptakan mekanisme yang secara legal formal benar,” kata dia.

Sementara itu, kehadiran para perwakilan dari Jama’ah An Nadzir dan Tarikat Naqsyabandiyah dalam seminar ini merupakan upaya untuk mendengarkan argumentasi tentang kriteria penentuan awal bulan Hijriyah dari semua golongan umat Islam.

Dua ormas ini tetap perlu didengar walaupun pergerakannya hanya berpengaruh di wilayah yang lebih kecil dibanding ormas seperti Muhammadiyah dan NU.

Pada tahun ini, Jama’ah An Nadzir dan HTI melaksanakan shalat Idul Fitri pada tanggal 30 September, dan Tarikat Naqsyabandiyah menggelar sehari sebelumnya yakni 29 September. ( ant )

 

You must be logged in to post a comment Login