Arroyo Desak Pemimpin Agama Cabut Ancaman Unjukrasa


Manila ( Berita ) :  Juru bicara Presiden Gloria Arroyo , Rabu [03/12] berusaha membujuk seorang pemimpin agama terkemuka agar tidak melaksanakan ancaman untuk memimpin satu unjukrasa anti pemerintah.

Mike Velarde dari kelompok El Shaddai  mengancam akan memimpin  satu juta anggota turun ke jalan-jalan untuk mencegah sekutu-sekutu Arroyo  meneruskan usaha untuk menyusun kembali konstitusi Filipina, kata laporan-laporan pers lokal. Arroyo pekan lalu mengalahkan  usaha keempat berturut-turut  oleh lawan-lawan politik  untuk memakzulkan dia atas tuduhan korupsi.

“Saudara Mike seharusnya menyerukan  mendukung pemerintah dan membantu negara,” kata juru bicara kepresidenan Lorelei Fajardo kepada wartawan. “Perobahan konstitusi adalah satu masalah yang ditangani Kongres,” katanya .

Velarde, yang sering disebut Arroyo  sebagai “penasehat spiritual” nya , tidak bisa dihubungi  untuk diminta komentar, Rabu.

Arroyo dan sekutu-sekutunya pada waktu lalu berusaha mengamendemen konstitusi untuk mengubah sistem kepresidenan sekarang  menjadi sistem parlemen  untuk menghilangkan kemacetan kebijakan yang sering timbul dari kepresidenan dan legislator yang memiliki agenda yang berbeda.

 Akan tetapi , para lawan mereka menyatakan usaha itu adalah satu cara yang transparan untuk memperpanjang  masa jabatan Arroyo.  Edisii terbaru dari konstitusi Filipina ,yang diratifikasi tahun 1987, memutuskan  satu kali masa jabatan presiden enam tahun. “Penolakan pemakzulan itu  adalah satu tindakan Kongres. Itu adalah satu perkembangan yang baik karena hal itu akan memungkinkan untuk bergerak maju,” kata Fajardo.

Dewan Perwakilan Rakyat secara resmi menolak pengaduan itu  itu, Selasa  meratifikasi sebuah keputusan komisi DPR pekan lalu. Fajardo mengatakan pemerintah akan mendesak rakyat “membantu  pemerintah dan bekerja menuju pada tujuan bersama yaitu kemajuan”. Dia mengatakan “ini bukanlah waktu untuk marah dan jalan yang gegabah. Kita perlu berpikir dengan tenang dan bertindak  bijaksana.” ( ant/afp )

You must be logged in to post a comment Login