Bila Pemko Medan dalam hal ini Dinas pariwisata dan terutama pihak kepolisian tidak mampu mengungkap dan menangkap pelaku pembantaian dua Mahasiswa UISU yang diduga dilakukan dua oknum polisi yang terjadi di Diskotik Retro Capital Building Sabtu (6/12) kemarin.
Pasalnya, warga Kota Medan sangat resah atas berbagai aktifitas di gedung bertingkat 8 yang rentan dijadikan lokasi peredaran narkoba dan seks terselubung.
Tidak disitu saja, dikabarkan PT Trijaya Penata Futures yang menggelar transaksi bursa efek diduga bernuansa perjudian di lantai 5 Capital Building, selama ini berlangsung aman.
Demikian dikatakan Ketua LAPINDO (Lembaga Peduli Indonesia), Lina Mariati Sekjen LSM Perintis Rio Tampubolon SH dan Ketua LSM Tumpas, Muklis kepada wartawan secara terpisah di Medan, Kamis (11/12) kemarin terkait seringnya aksi main libas dan pukul terhadap korbannya yang semuanya warga pribumi.
Dikatakan Mariati, aparat seperti Kepolisian, Dinas Parawisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan jangan tutup mata atas berbagai aktifitas diduga melanggar hukum yang selama ini berlangsung di Capital Building.“Aparat jangan tutup mata, bila polisi dan instansi berwenang lainnya tidak bijaksana dalam bertindak, dan mengusut dalang pelaku pembantaian dua Mahasiswa UISU tersebut, maka jangan salahkan elemen masyarakat jika bertindak dengan caranya sendiri.
“Mungkin malam ini kami akan menggelar demo agar lokasi itu cepat tutup. Karena selama ini berbagai aktifitas yang menyimpang serta meresahkan di
Hal senada juga dikatakan Rio dan Muklis, Kapoldasu dan Kapoltabes MS harus bersikap tegas tanpa pilih kasih untuk memanggil dan memeriksa Big Bosnya yang disebut-sebut bernama Asiang, karena pengusaha keturunan Thionghoa itu harus bertanggungjawab atas segala permasalahan yang terjadi disana. “Kami mendesak agar Kapoldasu dan Kapoltabes MS menyikapi dengan serius atas kasus penganiayaan di
Polisi dan Dinas Parawisata harus segera menutup diskotik, pub dan karaoke di
Di tempat terpisah, Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sumatera Utara untuk
“Peristiwa keributan sudah acap kali terjadi di
Menurut Daniel, ada indikasi cara yang sistematis, dan terkesan bernuansa SARA terjadi di
“Indikasi berbau SARA, salah satu indikatornya kenapa warga pribumi tidak diperbolehkan masuk ke
“Kami heran kenapa semua peristiwa pembantaian disana selalu saja pribumi korbannya. Jadi agar tidak menimbulkan gejolak bernuansa SARA, lebih baik lokasi itu segera ditutup.
Pemerintah jangan mengutamakan pajak saja, tapi harus memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan,”tandas Daniel.Sementara, terkait kasus penganiayaan dua mahasiswa UISU di Capital Building itu, LBH Gransi Adil dan Gapura mengaku siap memberikan segala biaya perobatan dan menanggung seluruh beban kedua korban.
Bahkan, LBH Gransi Adil siap membela dan jadi kuasa hukum secara gratis bila diperlukan. Dijelaskan, Asiang sang pemilik usaha di
“Ini ujian besar buat Kapoldasu dan Kapoltabes MS. bila polisi mau jujur, untuk memberantas narkoba harus dimulai dari hulu baru ke hilir. Sudah menjadi rahasia umum diskotik dan tempat hiburan sejenis lainnya sering dijadikan lokasi peredaran narkoba paling aman.
Bila Diskotik Retro hanya dikunjungi warga turunan saja maka besar kemungkinan peredaran narkoba di lokasi tersebut tidak akan tersentuh hukum. Buktinya saja, sampai saat ini pelaku penganiayaan belum terungkap,” sindir Paulus.
Perkembangan terakhir, salah seorang mahasiswa UISU yang menjadi korban pembantaian sadis di Capital Building, M Fachrul Adli Siregar (24) warga Jalan Purnawirawan Kecamatan Percut Sei Tuan Deliserdang yang mengalami luka berat dan patah tulang, telah diterbangkan ke Penang, Malaysia.
Karena, akibat penganiayaan itu Fachrul mengalami luka yang cukup serius, dimana tulang jari jempol kanan patah, dagu robek dan kepala bocor akibat dibanting dua oknum polisi. Sebelumnya korban dirawat di ruang RSU Herna Medan dan RS Glene International Hospital Jalan Listrik Medan, Selasa (9/12). (wan)
You must be logged in to post a comment Login