Jepang Kenang Alatas Sebagai “Bapak Piagam ASEAN”


Tokyo ( Berita )  : Kenangan manis mengenai mantan Menlu Indonesia Ali “Alex” Alatas begitu membekas pada para diplomat Jepang dan diplomat asing yang bertugas di Tokyo, terutama sebagai Bapak Piagam ASEAN (ASEAN Charter).

Kenangan itu tampak jelas dalam pesan-pesan yang tertulis dalam buku duka cita (condolence book) di hari terakhir penyampaian belasungkawa yang dibuka oleh KBRI Tokyo, Senin [15/12] .

Diplomat terakhir yang menyampaikan ucapan belasungkawa adalah Wakil Menlu Jepang Nobuhide Minorikawa yang datang pukul 17.15 waktu setempat. Penutupan buku dukacita di hari terakhir itu memang ditunggui langsung oleh Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar dan Wakil Dubes Ronny P Yuliantoro.

“Rakyat dan pemerintah Jepang menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya ‘great diplomat’ dari Indonesia Ali Alatas yang memberikan kontribusi besar tidak saja bagi hubungan Indonesia – Jepang, tetapi juga perdamaian di ASEAN dan internasional,” demikian kenangan yang ditulis tangan oleh Minorikawa.

Saat disambut Dubes Jusuf Awar, Minorikawa sebelumnya menyampaikan bahwa kedatangannya mewakili Menlu Jepang Hirofumi Nakasone. Ia pun lantas menuju meja dukacita yang di depannya terpampang foto berukuran besar wajah Ali Alatas yang sedang tersenyum.

Sebelum menulis ia mengambil secarik kertas dari kantong jasnya yang berisi pesan dari Menlu Jepang untuk ditulis ulang di buku dukacita.

Kenangan manis sangat terasa bagi Dubes Filipina untuk Jepang Domingo L Siazon Jr., yang juga mantan Menlu Filipina. Selain menyebut sebagai diplomat ulung, Siazon bahkan dengan tegas menyebutnya Ali Alatas sebagai sahabat terbaik bagi ASEAN, karena perjuangan diplomasinya yang gigih untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di kawasan Mindanao, Filipina bagian selatan . “Filipina juga akan selalu mengenangnya  sebagai salah satu bapak dari Piagam ASEAN,” kenang Siazon.

Dubes India untuk Jepang Hemant Krishan Singh bahkan menyebut Alatas sebagai diplomat profesional yang visioner dan banyak mempengaruhi peristiwa-peristiwa penting bagi hubungan internasional dalam tiga dekade terakhir.

Di hari terakhir, dibuka sejak Jumat (12/12) lalu, tercatat 60 diplomat dan sejumlah pengusaha Jepang yang menyampaikan belasungkawa.

Dubes Jusuf Anwar mengatakan, kesan-kesan yang disampaikan membuktikan betapa dunia juga merasa kehilangan Ali Alatas.Terlebih banyak yang menyebutnya sebagai seorang sahabat yang baik dan mampu membawa nama Indonesia harum di tingkat pergaulan dunia.

“Kini saatnya Indonesia memunculkan diplomat-diplomat ulung lainnya untuk melanjutkan peran luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Ali Alatas,” katanya lagi.

Sejumlah kontribusi besar lainnya yang ditorehkan anggota Dewan Penasehat Presiden itu antara lain, mengupayakan penyelesaian konflik Kamboja melalui  Jakarta Informal Meeting (JIM), Timor Timur (kini Timor Leste setelah merdeka dari RI) lewat Dialog Tripartit dibawah naungan Sekjen PBB.

Posisi penting yang dipercayakan dunia internasional kepada Ali Alatas antara lain sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk reformasi PBB, dan Anggota Dewan Penasehat untuk Review Piagam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Almarhum Ali Alatas kini bisa tersenyum lega, karena perjuangannya untuk mewujudkan ASEAN yang lebih formal, kokoh dan berpengaruh terbukti dengan ditandatanganinya Piagam ASEAN pada hari ini, Senin, 15 Desember 2008, empat hari setelah kepergiannya. Selamat jalan Alex!  ( ant )

 

You must be logged in to post a comment Login