SAYA sering melihat di tayangan televisi BBC dan CNN usaha tentara NATO di Afghanistan untuk memberantas penanaman afiun ( opium) atau candu. Pohon-pohon afiun yang ditanamoleh para petani
Usaha itu sia-sia, karena banyak pihak di
Mereka itu adlaah Taliban yang pernah memerintah secara ketat
Bagi Taliban yang membutuhkan senjata produksi opium itu merupakan sumber pendapatan dana yang memungkinkannya ber-operasi terus dan kini diberitakan makin kuat kedudukan militernya di
Mereka juga adalah war-lords atau panglima-perang yang berkuasa di banyak propinsi tanpa mengacuhkan pemerintah pusat di Kabul yang dipimpin oleh Presiden Hamid Kerzai, Singkat kata, soal opium di Afghanistan merupakan dari dalam daging tentara NATO dan dunia Barat yang 12:39 PM 12/18/2008 berperang melawan terorisme Al Qaeda, Osama bin Laden, Taliban dan segala macam kaum ekstremis.
Sata tidak sadar luasnya dan sangkut paut cakupan masalah opium di
Sebuah kampanye yang dipimpin oleh PBB telah mencegah dan menangkap pengapalan beberapa ratus ton bahan kimia yaitu acetic enhydrite yang bisa menjelmakan opium menjadi heroin.
Taliban yang hidup dari perdagangan narkoba memperoleh 60 persen dari hasilnya. Satu kilogram opium yang dijual oleh Taliban di luarnegeri menghasilkan sekitar 100 dolar As, sedangkan kalau opium itu telah dijelmakan menjadi heroin, harga satu kilo adalah 1500 dolar, 15 kalo lebih banyak.Ini syuur,bukan ?
Jumlah bahan kimia yang dicegat dan disita sampai sekarang hanya sebagian kecil belaka. Laboratorium di Afghanistan yang kini mengolah opium jadi heroin membutuhkan 1300 ton kimia untuk memeroses sakitar 5000 ton opium mentah (ini sama dengan 60 persen dari produksi opium di Afghanistan ) menjadi 670 ton morphine atau heroin, demikian menurut data Unodc ( UN Office on Drugs and Crime yangbermarkas di Wina).
Pembudayaan opium di Afghanistan merosot 19 persen tahun ini menjadi 157.000 hektar, setelah meningkat hingga jumlah rekor 193.000 hektar di tahun 2007 dari sebelumnya hanya 8000 hektar pada tahun 2001, tatkala tentara Amerika pertama kali tiba di Afghanistan setelah terjadi serangan terhadap World Trade Center tanggal 11 September 2001.
Menurut laporan Unodz, merosotnya luas lahan penana-man opium berasal dari musim kering berbarengan dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang menaikkan jumlah serdadu Perancis yang bertugas di Afghanistan menjadi 2000 orang tahun 2008 telah mem-bantu meloloskan sebuah revolusi di Dewan Keamanan PBB bulan Juni yang lalu yang menyerukan monitoring ( pemantauan )lebih dekat terhadap pembikinan, ekspot dan perdagangan gelap bahan kinia yang digunakan oleh Taliban untuk memproduksi heroin. Tevolusi itu diterima dengan aklamasi.
Pada akhir 2007 10 ton bahan kimi acetie anhydride disita di
Jenderal Amerika John Credock panglima tentara NATO di Eropa berpendapat perlunya meningkatkan keterlibatan militer dalam membasmi perdagangan narkoba. Menggencet perdagangan narkoba ini ‘ akan memotong kaki Taliban, karena Taliban tidak lagi punya uang untuk membayar para pembuat bom dan membeli bahan – bahan untuk menyerang kita. Prajurit, penerbang, pelaut dan marinir dari NATO dibunuh lantaran uang yang dihasilkan oleh industri pembuatan heroin dari opium ini ’.
Usaha yang ditingkatkan buat membendung dan menutup pintu masuk Taliban memperoleh bahan kimia acetic antihydride datang di saat perang di Afghanistan kini menjadi lebih seru memautkan , Tahun ini sejumlah 236 orang pasukan Amerika dan sekutunya terwas di Afghanistan.
Bahan kimia acetic anhydride digunakan dalam pen-celupan dan minyak wangi dan oleh industri farmasi untuk produk-produk seperti aspirin dan penghilang ngeri para-cetamol. Dia diproduksi di 27 negara dan sudah berada di bawah kontrol internasional.
Tujuan PBB ialah menghentikan pengapalan-pengapalan yang dibelokkan dari rute-rute distribusi dalam negeri-negeri pengimpor. Karena tidak terdapat penggunaan acetic anhydrice yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, maka setiap pengapalan kimia itu ke
You must be logged in to post a comment Login