Taliban Dan Narkoba


SAYA sering melihat di tayangan televisi BBC dan CNN usaha tentara NATO di Afghanistan untuk memberantas penanaman afiun ( opium) atau candu. Pohon-pohon afiun yang ditanamoleh para petani Afghanistan dicabut dengan akar-akarnya. Lalu petani didorong menanam pohon lain yang tidak menghasilkan opium dan heroin.

Usaha itu sia-sia, karena banyak pihak di Afghanistan berkepentingan memproduksi opium untuk diekspor ke luarnegeri seperti negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat dll.

Mereka itu adlaah Taliban yang pernah memerintah secara ketat Afghanistan dan diusir oleh tentara Amerika tahun 2001, tapi tetap melanjutkan perang gerilya melawan tentara NATO yang menduduki Afghanistan.

Bagi Taliban yang membutuhkan senjata produksi opium itu merupakan sumber pendapatan dana yang memungkinkannya ber-operasi terus dan kini diberitakan makin kuat kedudukan militernya di Afghanistan.

Mereka juga adalah war-lords atau panglima-perang yang berkuasa di banyak propinsi tanpa mengacuhkan pemerintah pusat di Kabul yang dipimpin oleh Presiden Hamid Kerzai, Singkat kata, soal opium di Afghanistan merupakan dari dalam daging tentara NATO dan dunia Barat yang 12:39 PM 12/18/2008 berperang melawan terorisme Al Qaeda, Osama bin Laden, Taliban dan segala macam kaum ekstremis.

Sata tidak sadar luasnya dan sangkut paut cakupan masalah opium di Afghanistan ini sampai saya membaca data angka-angka dalam artikel Calestine Bohlan yang disiarkan dalam suartkabar Internasional Herald Tribune (8-10-2008).

Sebuah kampanye yang dipimpin oleh PBB telah mencegah dan menangkap pengapalan beberapa ratus ton bahan kimia yaitu acetic enhydrite yang bisa menjelmakan opium menjadi heroin.

Taliban yang hidup dari perdagangan narkoba memperoleh 60 persen dari hasilnya. Satu kilogram opium yang dijual oleh Taliban di luarnegeri menghasilkan sekitar 100 dolar As, sedangkan kalau opium itu telah dijelmakan menjadi heroin, harga satu kilo adalah 1500 dolar, 15 kalo lebih banyak.Ini syuur,bukan ?

Jumlah bahan kimia yang dicegat dan disita sampai sekarang hanya sebagian kecil belaka. Laboratorium di Afghanistan yang kini mengolah opium jadi heroin membutuhkan 1300 ton kimia untuk memeroses sakitar 5000 ton opium mentah (ini sama dengan 60 persen dari produksi opium di Afghanistan ) menjadi 670 ton morphine atau heroin, demikian menurut data Unodc ( UN Office on Drugs and Crime yangbermarkas di Wina).

Pembudayaan opium di Afghanistan merosot 19 persen tahun ini menjadi 157.000 hektar, setelah meningkat hingga jumlah rekor 193.000 hektar di tahun 2007 dari sebelumnya hanya 8000 hektar pada tahun 2001, tatkala tentara Amerika pertama kali tiba di Afghanistan setelah terjadi serangan terhadap World Trade Center tanggal 11 September 2001.

Menurut laporan Unodz, merosotnya luas lahan penana-man opium berasal dari musim kering berbarengan dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah Afghanistan kepada para petani, agar tidak lagi menanam opium dan berpindah ke panen lain.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang menaikkan jumlah serdadu Perancis yang bertugas di Afghanistan menjadi 2000 orang tahun 2008 telah mem-bantu meloloskan  sebuah revolusi di Dewan Keamanan PBB bulan Juni yang lalu yang menyerukan monitoring ( pemantauan )lebih dekat terhadap pembikinan, ekspot dan perdagangan gelap bahan kinia yang digunakan oleh Taliban untuk memproduksi heroin. Tevolusi itu diterima dengan aklamasi.

Pada akhir 2007 10 ton bahan kimi acetie anhydride disita di kota Rusia Nizhni Novgorod. Suatu pengepalan sebanyak 14 ton dicegat bulan Maret di Karachi. Pakistan dan dalam bulan April 5 ton lagi disita di pelabuhan Iran Bandar Abbas. Tangkapan paling besar terjadi bulan Juni di Slovania, tatkala polisi menyita 98 ton dari bahan kimi dalam pengapalan yang diberi label palsu untuk mengelabui dalam perjalanan menuju Turki.

Jenderal Amerika John Credock panglima tentara NATO di Eropa berpendapat perlunya meningkatkan keterlibatan militer dalam membasmi perdagangan narkoba. Menggencet perdagangan narkoba ini ‘ akan memotong kaki Taliban, karena Taliban tidak lagi punya uang untuk membayar para pembuat bom dan membeli bahan – bahan untuk menyerang kita. Prajurit, penerbang, pelaut dan marinir dari NATO dibunuh lantaran uang yang dihasilkan oleh industri pembuatan heroin dari opium ini ’.

Usaha yang ditingkatkan buat membendung dan menutup pintu masuk Taliban memperoleh bahan kimia acetic antihydride datang di saat perang di Afghanistan kini menjadi lebih seru memautkan , Tahun ini sejumlah 236 orang pasukan Amerika dan sekutunya terwas di Afghanistan.

Afghanistan merupakan lebih dari 90 persen dari suplai heroin di dunia, menunut laporan Unodc. Hampir semua opiumnya berasal dari tujuh propinsi yang dikontrol oleh Taliban dan oleh pengusaha-pengusaha narkoba lokal di pusat medan peperangan, yang telah menyebabkan matinya lebih dari 950 orang tentara AS dan sekutunya sejak dimulai tahun 2001.

Bahan kimia acetic anhydride digunakan dalam pen-celupan dan minyak wangi dan oleh industri farmasi untuk produk-produk seperti aspirin dan penghilang ngeri para-cetamol. Dia diproduksi di 27 negara dan sudah  berada di bawah kontrol internasional.

Tujuan PBB ialah menghentikan pengapalan-pengapalan yang dibelokkan dari rute-rute distribusi dalam negeri-negeri pengimpor. Karena tidak terdapat penggunaan acetic anhydrice yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah, maka setiap pengapalan kimia itu ke Afghanistan dicurigai dan disita. ***

 

You must be logged in to post a comment Login