MEDAN (Berita): Pada tahun kalender 2008 (Januari-Desember), inflasi Sumatera Utara mencapai 10,72 persen, meningkat dibanding tahun kalender 2007 sebesar 6,60 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Drs Alimuddin Sidabalok, MBA mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Senin [05/01] siang.
Saat itu dia didampingi Kabid Statistik Sosial Sukardi, Kabid Integrasi Pengolahan danDiseminasi Statistik Panusunan Siregar, Kasi Statistik Kependudukan Rudy Harlon Harianja dan Kasi Diseminasi dan Layanan Noviar.
Alimuddin mengatakan inflasi Sumut tahun kalender 2008 ini lebih kecil dibanding secara nasional sebesar 11,06 persen. Sedangkan tahun kalender 2007, inflasi nasional 6,59 persen. Khusus Desember 2008, nasional mengalami deflasi 0,04 persen.
Ia menjelaskan pada Desember 2008, empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi yakni Medan 0,51 persen, Pematangsiantar 0,73 persen, Sibolga 1,35 persen dan Padangsidempuan 0,70 persen. Sematera Utara pada Desember 2008 mengalami inflasi 0,57 persen.
Menurut Alimuddin, terjadinya inflasi pada Desember 2008 menyebabkan laju inflasi tahun kalender di empat kota IHK yakni Medan 10,63 persen, Pematangsiantar 10,16 persen, Sibolga 12,36 persen dan Padangsidempuan 12,34 persen.
Inflasi di Medan pada Desember 2008, katanya, dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabe merah naik 15,17 persen, emas perhiasan naik 6,20 persen, roti manis naik 42,86 persen, ikan dencis naik 8,42 persen, ikan gembung naik 10,54 persen. tarif angkutan naik 18,21 persen, gula pasir naik 0,64 peren, kentang naik 8,33 persen, beras naik 1,14 persen dan minyak goreng naik 1,96 persen.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga cukup tinggi seperti bensin turun 5,79 persen, sawi hijau turun 25,63 persen, daging ayam ras turun 2,93 persen, telur ayam ras turun 6,33 persen, ikan mujair turun 8,80 persen, kangkung turun 11,02 persen, batu bata turun 7,08 persen.
Alimuddin menambahkan dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, sebanyak 11 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,47 persen dan terendah di Bandar Lampung 0,03 persen. Untuk lima kota lainnya mengalami deflasi yakni tertinggi di Batam sebesar 0,14 persen dan terendah di Pekanbaru sebesar 0,03 persen.
Secara nasional, jelas dia, dari 66 kota IHK sebanyak 39 kota mengalami inflasi di mana inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 1,68 persen dan terendah di Probolinggo serta Ternate masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan 27 kota lainnya deflasi di mana deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 1,84 persen dan terendah di Banjarmasin serta Pekanbaru sebesar 0,03 persen. (wie)
You must be logged in to post a comment Login