Serangan Israel Terhadap Palestina Harus Dihentikan


Memasuki pekan kedua, serangan darat Israel terhadap Jalur Gaza belum juga reda, meskipun berbagai imbauan dan desakan masyarakat internasional berdatangan bagi perlunya serangan yang telah menelan korban lebih dari 500 orang itu dihentikan.

Indonesia berpendapat, serangan militer Israel itu harus segera dihentikan. Berakhirnya pendudukan negara Zionis itu atas wilayah Palestina dan pembentukan negara Palestina yang bebas dan demokratis, merupakan prasyarat terwujudnya perdamaian yang adil dan langgeng di kawasan tersebut.

Pernyataan resmi Deplu RI ini dikemukakan oleh Wakil Menlu Triyono dalam pertemuan luar biasa Komite Eksekutif Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Sekretariat OKI, Jeddah.

Indonesia, dalam kesempatan itu juga mengutuk serangan Israel di jalur Gaza itu, dan mendesak DK-PBB mengeluarkan resolusi untuk menekan Israel menghentikan serangannya, selain mendesak agar kelompok-kelompok Palestina bersatu kembali, dan dilanjutkannya perundingan proses perdamaian di Timur Tengah secara menyeluruh.

Secara resmi, Pemerintah RI memberikan bantuan kemanusiaan sebesar satu juta dolar AS kepada rakyat Palestina di Gaza.

Pemerintah juga meminta DK-PBB untuk secara bulat menyepakati resolusi yang mewajibkan dihentikannya permusuhan oleh kedua pihak, serta menghidupkan kembali gencatan senjata yang dipantau oleh Tim Pengamat PBB.

Dalam hal ini, Jakarta menyatakan siap berpartisipasi pada Tim Pengamat PBB itu, jika tim dibentuk.

Serangan kejam serdadu negara Yahudi terhadap rakyat Palestina, termasuk wanita dan anak-anak itu dituding oleh pemimpin Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa ath-Thani sebagai kejahatan perang yang harus segera dihentikan.

 

Bertanggungjawab

Sementara itu, aksi demo mengutuk kebiadaban Israel itu telah berlangsung di berbagai kota Indonesia.  Di Bangka Belitung, misalnya, mereka menuding PM Israel Ehud Olmert dan Presiden AS George W Bush yang layak didakwa sebagai penjahat perang, atas peran mereka dalam pembantaian ribuan warga muslim di Palestina dan Irak.

“Keduanya terbukti melakukan kejahatan kemanusiaan, yaitu pembantaian etnis, Presiden Bush melakukan di Irak sedangkan Olmert di Libanon dan Palestina,” kata Wakil Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Bangka Belitung, di Pangkalpinang.

Ia berpendapat, Mahkamah Internasional mengenai Kejahatan Perang di Belanda, seharusnya sudah menyeret kedua pemimpin itu ke penjara, seperti yang dilakukannya terhadap pemimpin Serbia dan Serbia Bosnia, yaitu Milosevic dan Karadzic.

Saat invasi Israel ke Libanon tahun lalu, Olmert membunuh setidaknya 1.000 orang warga sipil, sedangkan agresinya ke Gaza sudah menelan ratusan korban sipil terutama wanita dan anak-anak.

Berbagai pemuka masyarakat di Indonesia menyesalkan sikap DK PBB yang selalu bungkam terhadap pembantaian etnis yang dilakukan AS dan Israel di berbagai negara. DK bersikap sebagai alat negara-negara besar, dan tak mampu membendung genosida yang jelas-jelas merupakan pelanggaran HAM berat dan kejahatan kemanusiaan yang tak terampuni.

Dalam kaitan ini, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menegaskan, para pemimpin negara Arab harus sepakat tentang pentingnya persatuan untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina sekarang, karena tanpa persatuan dunia Arab sulit diharapkan masalah Palestina dapat selesai dengan tuntas.

Pernyataan Hidayat ini disampaikan usai pertemuan delegasi ulama dan tokoh Islam internasional dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz di Riyadh, Arab Saudi. Hidayat Nurwahid merupakan salah satu pendiri organisasi ulama internasional (Al Ittihad Al Alami li Ulamaa’il Muslimin) yang saat ini diketuai ulama Mesir, Syeikh Yusuf Qaradhawi.

Delegasi ulama dan tokoh Islam internasional itu berkunjung ke sejumlah negara Arab dalam rangkaian pertemuan delegasi dengan pimpinan dunia Arab, untuk membahas krisis kemanusiaan di Palestina yang kian memburuk, seiring dengan meningkatnya serangan tentara zionis Israel terhadap Gaza.

Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, mendukung sepenuhnya misi ulama dan tokoh Islam internasional yang menemui pemimpin-pemimpin dunia Arab tersebut, dan menyarankan agar mereka memberikan bantuan nyata terhadap negara dan rakyat Palestina yang terus digempur oleh mesin perang Israel.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, menurut Hidayat, juga sepakat terhadap usul organisasi ulama internasional mengenai pentingnya persatuan dunia Arab, khususnya dan umat Islam umumnya untuk membantu menyelesaikan masalah Palestina.

Berbagai pemuka negara Arab lainnya juga mendukung misi delegasi ulama dan tokoh Islam internasional untuk membantu Palestina. Hidayat mengatakan, Emir Qatar akan mengusulkan sidang istimewa Liga Arab untuk menghentikan serbuan tentara Israel ke wilayah Palestina itu.

 

Pengiriman Bantuan

Seperti di banyak negara Islam, rakyat Indonesia juga melakukan penghimpunan dana dan bantuan lainnya untuk rakyat Palestina. Beberapa ormas bahkan membuka peluang kepada kaum muslimin untuk mendaftarkan diri sebagai mujahid untuk dikirim ke Palestina.

Di Depok, Jabar, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mujtahid Rahman Yadi mengatakan bahwa pihaknya mengirim seorang warga Depok yang juga kader PKS ke Palestina sebagai tim medis, sekaligus membawa sumbangan obat-obatan.

Ia mengatakan, dana sumbangan yang terhimpun di DPP PKS sudah sekitar Rp1 miliar. “Bentuknya berupa uang dan perhiasan, sebagai sumbangan untuk saudara kita di Palestina.”  Sementara itu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mendesak pemerintah RI untuk tidak sekedar mengecam kebiadaban Israel saja, tapi juga mengirimkan TNI ke Palestina tanpa menunggu instruksi dari PBB.

Juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, berpendapat bahwa PBB sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk memihak kepada umat Islam yang tertindas.

“Organisasi dunia ini terbukti lemah di hadapan AS dan sekutunya, dan PBB selama ini hanya dijadikan legitimasi kepentingan negara-negara penjajah,” katanya.

HTI memandang agresi Israel terhadap Palestina bukan lagi sekedar peperangan, melainkan sudah pembantaian massal yang harus dihadapi bersama-sama oleh negara-negara Islam sedunia secara militer.

 

Serangan Darat Israel

Serangan darat sebagai kelanjutan serbuan udara Israel terhadap Jalur Gaza sejak 27 Desember, semakin menampar dan membuat geram masyarakat dunia yang anti penjajahan.

Namun demikian tidak ada tanda-tanda negara Yahudi itu menghentikan agresinya sedangkan PBB gagal melahirkan resolusi, meskipun Sekjen Ban Ki-moon menyatakan ‘kekhawatiran dan kekecewaannya yang mendalam.’

Dalam pernyataannya,  PM Israel, Ehud Omert mengatakan bahwa Israel akan merebut tempat-tempat yang digunakan gerilyawan Hamas untuk menembakkan roketnya ke wilayahnya.

Sejumlah besar pasukan angkatan darat, meliputi pasukan-pasukan tank, infantri, pakar teknik, artileri dan intelijen sejak Sabtu menerobos wilayah Gaza dengan dukungan serangan udara dan laut.

Menurut mereka, operasi bertujuan  menghancurkan infrastruktur Hamas, mengambil-alih beberapa tempat peluncuran roket, untuk membungkam serangan para pejuang Hamas. Sejumlah korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak berjatuhan, menjadikan total korban di kalangan rakyat Palestina mencapai lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka.

Pernyataan militer Israel mengatakan, warga Gaza bukan sasaran operasi ini, dan menuding Hamas menggunakan warga sipil, wanita dan anak-anak sebagai ‘perisai manusia.’ Dan karena itu Tel Aviv mengelak dari tanggungjawab.

Tetapi laporan-laporan media internasional tak bisa menutupi kebohongan dan niat jahat negara Zionis tersebut.

 

Dijadikan Kuburan

Menghadapi serangan darat Israel,  Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan para pejuang yang rela mati sahid untuk menghadapi serangan darat Israel.

“Musuh Zionis akan terkejut, dan akan menyesal telah melancarkan operasi semacam itu,  dan akan berharga mahal karena para pejuang  kami sedang menunggu dengan sabar, untuk menghadapi mereka  secara langsung,” kata pernyataan Al-Qassam.

Pemimpin Parlemen Iran, Ali Larijani meyakini, Gaza akan menjadi kuburan bagi orang-orang Israel. “Zionis, dipastikan akan menghadapi perlawanan kuat dari rakyat Palestina yang tak gentar, kaum Zionis harus mengakui bahwa Gaza akan menjadi kuburan mereka,” tegasnya di depan sidang parlemen.

Sebelumnya, Teheran mengatakan, serangan darat Israel di Jalur Gaza merupakan kesalahan strategis, dan meyakini bahwa Israel tidak akan pernah bisa melenyapkan kelompok Hamas.

“Serangan darat rezim Zionis adalah kesalahan strategis,  dan tujuan melenyapkan  Hamas tidak akan dapat dicapai karena Hamas adalah satu bangsa, dan satu bangsa tidak akan pernah dapat dimusnahkan,” kata Menlu Iran Manouchehr Mottaki.

Mottaki mengatakan, warga Muslim di Gaza sedang menghadapi genosida paling buruk, dan negara-negara di dunia harus mencari penyelesaian logis atas pertumpahan darah dan perang tidak seimbang itu. Paling tidak, masyarakat dunia harus berusaha mengirimkan barang-barang bantuan kepada rakyat wilayah itu.

Jenderal Mohammad Ali Jafari menyatakan keyakinannya, bahwa rakyat Gaza yang tumbuh dalam kesulitan-kesulitannya, ditambah semangat juang mereka, akan berhasil menghancurkan Israel dalam beberapa hari kedepan.

Komandan militer Iran itu  menyesalkan sikap sejumlah negara Arab, yang dinilainya mengabaikan pelanggaran yang dilakukan  musuh-musuh Islam, di bagian-bagian daerah Palestina.

Sebelumnya, Presiden Mahmoud Ahmadinejad juga menuduh bahwa “mereka (negara-negara Arab) yang memiliki hubungan terbuka dan rahasia berkaitan  kepentingan-kepentingan mereka pada Zionis, seharusnya tahu kalau pada akhirnya mereka akan pergi bersama  ke neraka.”

 

 Gagal Lagi

Sementara itu di New York,  Dewan Keamanan PBB, Sabtu malam waktu setempat (Ahad waktu Indonesia) gagal menyetujui  pernyataan yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza, sehubungan dengan invasi darat Israel ke wilayah Palestina yang memicu kutukan seluruh dunia itu.

Setelah hampir empat jam konsultasi tertutup, para anggota DK gagal mencapai kesepakatan yang akan meminta Israel dan HAMAS untuk mengakhiri perang delapan hari, yang menewaskan paling tidak 460 warga Palestina itu.

Dubes Prancis, Jean Maurice Ripert, yang menjadi ketua DK bulan ini mengatakan tidak tercapainya persetujuan resmi di antara negara-negara anggota, namun dia menyatakan cemas yang mendalam atas meningkatnya aksi kekerasan dan semakin memburuknya situasi di Gaza.

Rancangan pernyataan yang diajukan oleh Libya atas nama Liga Arab itu menyerukan pihak-pihak yang berperang “melaksanakan gencatan senjata segera dan menghormatinya secara penuh”.

Dubes AS dan Inggris yang secara reguler memveto resolusi-resolusi DK yang dianggap terlalu mengecam Israel, menyatakan resolusi itu tidak imbang karena  tidak menyebut serangan-serangan roket HAmAS terhadap wilayah Israel.

Karena itu, Sekjen Liga Arab, Amir Mussa, menuduh  bahwa DK “mengabaikan” serangan-serangan Israel atas Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa penundaan menyetujui resolusi Gaza adalah bukti gagalnya DK PBB  menangani konflik ini.

Sikap DK PBB seperti ini, menurut Mussa sangat berbahaya.

Sementara itu, peninjau tetap Palestina di PBB, Riyad Mansoir, memperingatkan bahwa jika serangan Israel  tidak segera dihentikan, ribuan lagi warga sipil Palestina akan tewas atau cedera.

“Ini jelas tidak bermoral, ilegal, dan tidak bisa diterima dan DK PBB tak boleh terus duduk  berpangku tangan dan tidak memaksa Israel mentaati sikapnya, yang disetujuinya Ahad pagi,” kata Mansour.

Di Brussels, Komisi Eropa menyerukan Israel agar menghormati hukum internasional dan memberikan akses kepada rakyat Palestina yang menderita dan tewas dalam serangan-serangan Israel di Jalur Gaza.

Kewajiban menghormati prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional adalah universal, dan serangan-serangan dari pihak lain yang membunuh atau melukai penduduk sipil secara membabi-buta jelas tak bisa diterima, katanya.

Hingga Ahad, aksi demonstrasi massa mengutuk serangan Israel terhadap Gaza masih merebak di seluruh kota-kota dunia, termasuk di kota-kota di Indonesia. (ant/ Askan Krisna )

 

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login