Memasuki pekan kedua, serangan darat Israel terhadap Jalur Gaza belum juga reda, meskipun berbagai imbauan dan desakan masyarakat internasional berdatangan bagi perlunya serangan yang telah menelan korban lebih dari 500 orang itu dihentikan.
Pernyataan resmi
Indonesia, dalam kesempatan itu juga mengutuk serangan Israel di jalur Gaza itu, dan mendesak DK-PBB mengeluarkan resolusi untuk menekan Israel menghentikan serangannya, selain mendesak agar kelompok-kelompok Palestina bersatu kembali, dan dilanjutkannya perundingan proses perdamaian di Timur Tengah secara menyeluruh.
Secara resmi,
Pemerintah juga meminta DK-PBB untuk secara bulat menyepakati resolusi yang mewajibkan dihentikannya permusuhan oleh kedua pihak, serta menghidupkan kembali gencatan senjata yang dipantau oleh Tim Pengamat PBB.
Dalam hal ini,
Serangan kejam serdadu negara Yahudi terhadap rakyat Palestina, termasuk wanita dan anak-anak itu dituding oleh pemimpin
Bertanggungjawab
Sementara itu, aksi demo mengutuk kebiadaban
“Keduanya terbukti melakukan kejahatan kemanusiaan, yaitu pembantaian etnis, Presiden Bush melakukan di Irak sedangkan Olmert di Libanon dan Palestina,” kata Wakil Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Bangka Belitung, di Pangkalpinang.
Ia berpendapat, Mahkamah Internasional mengenai Kejahatan Perang di Belanda, seharusnya sudah menyeret kedua pemimpin itu ke penjara, seperti yang dilakukannya terhadap pemimpin Serbia dan Serbia Bosnia, yaitu Milosevic dan Karadzic.
Saat invasi Israel ke Libanon tahun lalu, Olmert membunuh setidaknya 1.000 orang warga sipil, sedangkan agresinya ke Gaza sudah menelan ratusan korban sipil terutama wanita dan anak-anak.
Berbagai pemuka masyarakat di
Dalam kaitan ini, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menegaskan, para pemimpin negara Arab harus sepakat tentang pentingnya persatuan untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina sekarang, karena tanpa persatuan dunia Arab sulit diharapkan masalah Palestina dapat selesai dengan tuntas.
Pernyataan Hidayat ini disampaikan usai pertemuan delegasi ulama dan tokoh Islam internasional dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz di Riyadh, Arab Saudi. Hidayat Nurwahid merupakan salah satu pendiri organisasi ulama internasional (Al Ittihad Al Alami li Ulamaa’il Muslimin) yang saat ini diketuai ulama Mesir, Syeikh Yusuf Qaradhawi.
Delegasi ulama dan tokoh Islam internasional itu berkunjung ke sejumlah negara Arab dalam rangkaian pertemuan delegasi dengan pimpinan dunia Arab, untuk membahas krisis kemanusiaan di Palestina yang kian memburuk, seiring dengan meningkatnya serangan tentara zionis Israel terhadap Gaza.
Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, mendukung sepenuhnya misi ulama dan tokoh Islam internasional yang menemui pemimpin-pemimpin dunia Arab tersebut, dan menyarankan agar mereka memberikan bantuan nyata terhadap negara dan rakyat Palestina yang terus digempur oleh mesin perang
Raja Abdullah bin Abdul Aziz, menurut Hidayat, juga sepakat terhadap usul organisasi ulama internasional mengenai pentingnya persatuan dunia Arab, khususnya dan umat Islam umumnya untuk membantu menyelesaikan masalah Palestina.
Berbagai pemuka negara Arab lainnya juga mendukung misi delegasi ulama dan tokoh Islam internasional untuk membantu Palestina. Hidayat mengatakan, Emir
Pengiriman Bantuan
Seperti di banyak negara Islam, rakyat
Di Depok, Jabar, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mujtahid Rahman Yadi mengatakan bahwa pihaknya mengirim seorang warga Depok yang juga kader PKS ke Palestina sebagai tim medis, sekaligus membawa sumbangan obat-obatan.
Ia mengatakan, dana sumbangan yang terhimpun di DPP PKS sudah sekitar Rp1 miliar. “Bentuknya berupa uang dan perhiasan, sebagai sumbangan untuk saudara kita di Palestina.” Sementara itu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mendesak pemerintah RI untuk tidak sekedar mengecam kebiadaban Israel saja, tapi juga mengirimkan TNI ke Palestina tanpa menunggu instruksi dari PBB.
Juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, berpendapat bahwa PBB sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk memihak kepada umat Islam yang tertindas.
“Organisasi dunia ini terbukti lemah di hadapan AS dan sekutunya, dan PBB selama ini hanya dijadikan legitimasi kepentingan negara-negara penjajah,” katanya.
HTI memandang agresi
Serangan Darat
Serangan darat sebagai kelanjutan serbuan udara
Namun demikian tidak ada tanda-tanda negara Yahudi itu menghentikan agresinya sedangkan PBB gagal melahirkan resolusi, meskipun Sekjen Ban Ki-moon menyatakan ‘kekhawatiran dan kekecewaannya yang mendalam.’
Dalam pernyataannya, PM Israel, Ehud Omert mengatakan bahwa
Sejumlah besar pasukan angkatan darat, meliputi pasukan-pasukan tank, infantri, pakar teknik, artileri dan intelijen sejak Sabtu menerobos wilayah
Menurut mereka, operasi bertujuan menghancurkan infrastruktur Hamas, mengambil-alih beberapa tempat peluncuran roket, untuk membungkam serangan para pejuang Hamas. Sejumlah korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak berjatuhan, menjadikan total korban di kalangan rakyat Palestina mencapai lebih dari 400 orang dan ribuan lainnya luka-luka.
Pernyataan militer
Tetapi laporan-laporan media internasional tak bisa menutupi kebohongan dan niat jahat negara Zionis tersebut.
Dijadikan Kuburan
Menghadapi serangan darat Israel, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan para pejuang yang rela mati sahid untuk menghadapi serangan darat Israel.
“Musuh Zionis akan terkejut, dan akan menyesal telah melancarkan operasi semacam itu, dan akan berharga mahal karena para pejuang kami sedang menunggu dengan sabar, untuk menghadapi mereka secara langsung,” kata pernyataan Al-Qassam.
Pemimpin Parlemen
Sebelumnya, Teheran mengatakan, serangan darat Israel di Jalur Gaza merupakan kesalahan strategis, dan meyakini bahwa Israel tidak akan pernah bisa melenyapkan kelompok Hamas.
“Serangan darat rezim Zionis adalah kesalahan strategis, dan tujuan melenyapkan Hamas tidak akan dapat dicapai karena Hamas adalah satu bangsa, dan satu bangsa tidak akan pernah dapat dimusnahkan,” kata Menlu Iran Manouchehr Mottaki.
Mottaki mengatakan, warga Muslim di Gaza sedang menghadapi genosida paling buruk, dan negara-negara di dunia harus mencari penyelesaian logis atas pertumpahan darah dan perang tidak seimbang itu. Paling tidak, masyarakat dunia harus berusaha mengirimkan barang-barang bantuan kepada rakyat wilayah itu.
Jenderal Mohammad Ali Jafari menyatakan keyakinannya, bahwa rakyat
Komandan militer
Sebelumnya, Presiden Mahmoud Ahmadinejad juga menuduh bahwa “mereka (negara-negara Arab) yang memiliki hubungan terbuka dan rahasia berkaitan kepentingan-kepentingan mereka pada Zionis, seharusnya tahu kalau pada akhirnya mereka akan pergi bersama ke neraka.”
Gagal Lagi
Sementara itu di
Setelah hampir empat jam konsultasi tertutup, para anggota DK gagal mencapai kesepakatan yang akan meminta Israel dan HAMAS untuk mengakhiri perang delapan hari, yang menewaskan paling tidak 460 warga Palestina itu.
Dubes Prancis, Jean Maurice Ripert, yang menjadi ketua DK bulan ini mengatakan tidak tercapainya persetujuan resmi di antara negara-negara anggota, namun dia menyatakan cemas yang mendalam atas meningkatnya aksi kekerasan dan semakin memburuknya situasi di Gaza.
Rancangan pernyataan yang diajukan oleh
Karena itu, Sekjen Liga Arab, Amir Mussa, menuduh bahwa DK “mengabaikan” serangan-serangan Israel atas Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa penundaan menyetujui resolusi Gaza adalah bukti gagalnya DK PBB menangani konflik ini.
Sikap DK PBB seperti ini, menurut Mussa sangat berbahaya.
Sementara itu, peninjau tetap Palestina di PBB, Riyad Mansoir, memperingatkan bahwa jika serangan
“Ini jelas tidak bermoral, ilegal, dan tidak bisa diterima dan DK PBB tak boleh terus duduk berpangku tangan dan tidak memaksa
Di Brussels, Komisi Eropa menyerukan
Kewajiban menghormati prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional adalah universal, dan serangan-serangan dari pihak lain yang membunuh atau melukai penduduk sipil secara membabi-buta jelas tak bisa diterima, katanya.
Hingga Ahad, aksi demonstrasi
You must be logged in to post a comment Login