Peran Thaksin Tamat

MASIH ingatkah pembaca nama Thaksin Shinawatra? Dia Perdana Mentari Thailand yang pernah sangat populer di kalangan rakyat, menang dalam pemilu dengan mudah dan dukungan mayoritas suara.

Dia juga seorang pengusha kaya raya, antara lain memiliki perusahaan media massa, stasiun televisi dsbnya,real estate, properti. Dia yang punya hobi sepakbola membeli dan memiliki sebuah kelab sepakbola terkemuka di Inggris. Karena kebijakan kabinetnya menguta-makan kepentingan rakyat petani di daerah pedesaan, maka dia mendapat perlawanan dari kelas menengah di daerah perkotaan, juga dari kalangan tentara. Pada tahun 2006 dia digulingkan olah sebuah kudeta militer pada saat dia sedang berada di Amerika menghadiri sidang PBB.

Satu tahun lamanya berlangsung pemerintahan militer. Lalu diadakan pemilu dan ternyata yang meraih keme-nangan ialah partai yang dipimpin oleh orang-orangnya Thaksin.

Kabinet baru yang naik tidak panjang umutnya karena ditentang oleh pihak oposisi. Belakangan terjadi demo-demo yang merebak sampai menduduki bandara Bangkok, melumpuhkan perhubungan udara Thailand dengan dunia luar.

Kabinet jatuh lagi dan menyusullah naik kabinet yang dipimpin oleh parpol oposisi Partai Demokrat dan pemimpinnya Abhisit Vejiajiva yang menjabat sebagai Perdana Menteri, setelah pemungutan suara dalam parlemen tanggal 15 Desember 2008. Kabinet baru mulai bekerja pada saat kritis ekonomi dan saat perpecahan sosial dan politik yang intensif yang telah menggoncangkan kabinet-kabinet sebelumnya selama tahun 2008. Beberapa pengamat mengatakan kabinet PM Abhisit bisa pula pendek umurnya seperti pendahulunya.

Apakah sudah tamat riwayat Thaksin Shinawatra, mantan PM dan dalang politik di belakang layer ? Chris Baker seorang sejarawan Inggris dan salah seorang penulis buku tentang Thaksin berkata ‘Kita tahu Thaksin bukan orang yang lekas pergi meninggalkan gelanggang.

Pada hemat saya dia akan terus bermain apa pun tersisa tangan yang ada padanya, dan itu tentulah untuk merusak pemerin-tah secepat mungkin. Saya ingat akan tokoh-tokoh seperti Peron dari Argentina yang tetap berada dalam ingatan rakyat selama lebih satu dasawarsa waktu dia absen’. Sebagai diketahui Presiden Argentina Juan Peron diguling-kan dalam kudeta militer tahun 1955, tapi terus menjalankan pengaruhnya dari luar meheri.

The Internasional Herald Tribune (17-12-2008) membe-ritakan bahwa bulan Oktober 2008 sebuah pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara dua tahun ia absentia karena sebuah perkara menyangkut bentrokan kepentingan dalam sebuah transaksi tanah selama Thaksin menjabat sebagai PM.

Sekarang ini Thaksin menghadapi sebuah surat perintah untuk menangkapnya, apabila dia kembali ke Thailand. Tanggal 7 November 2008 pemerintah Inggris di mana Thaksin dan keluarganya tinggal dalam pembuangan telah membatalkan visanya. Sejak itu mantan PM Thaksin beper-gian ke Hongkong, Dubai dan Indonesia, seraya menjaga menghindar dari negara-negara yang punya perjanjian ekstradiksi dengan Thailand.

Satu minggu sesudah itu Thaksin menceritakan istrinya yang kuasa itu Polaman. Rupanya ini adalah suatu gerak taktis alias siasat guna melindungi harta kekayaannya yang masih ada terhadap kaus-kasus hukum alias diperka-rakan di pengadilan. Meminjam istilah pakar ekonomi Ammar Siamwala ini adalah ‘manajemen aset’.

‘Pada pandangan saya secara politik, dia sudah mati’ ujar Ammar, ‘Tapi merk Thaksin adalah sesuatu yang lain’ ditambah-kannya. Thaksin suka mencap dirinya, memberikan merk (brand) sebagai Perdana Menteri CEO ( Chaif Executive Officer) Dirut perusahaan) yang akan memerintah Thailand mirip bisnis tip-top, dari atas ke bawah.

Pembaharuan atau inovasi politik Thaksin yang utama ialah membantu golongan miskin di daerah pedesaan yang merupakan mayoritas pemilih Thailand, dengan memberi-kan kepda mereka pinjaman- pinjaman bersuku bunga rendah yang tunai dan perawatan kesehatan yang murah. Itu adalah suatu kebijakan yang mulai dianjurkan oleh PM baru Abhisit dan partai Demokrat seraya menentang kumpulan pemilih pendukung Thaksin di daerah pedesaan.

Ammar berkata ‘ Itu berarti telah terjadi pengambilan-alih. Ketua dewan pimpinan perusahaan telah dipecat. CEO telah dipecat, tapi perusahaan tetap tinggal dan aset utamanya yaitu nama merk Thaksin tersedia untuk diambil’. Pada waktu bersamaan tanpa pemerintah yang simpatik memegang kekuasaan, maka Thaksin menjadi lebih rentan terhadap bekerjanya lembaga-lembaga pemerintahan. ‘Dulu adalah pengadilan-pengadilan negeri yang dikhawatirkan oleh Thaksin, tapi kini polisi, para jaksa pengatur pasar bursa dan pejabat pajak, semuanya akan bekerja di bawah Partai Demokrat’. Suratkabar The Nation mengatakan ‘bagi seorang yang bermilyar-milyar bahtnya itu tetap dibekukan, dia akan sangat gugup adanya’.

Bagi mereka yang cenderung bersikap simpatik, pemungutan suara di parlemen tanggal 15 Desember 2008 merupakan saat pedih dalam karier seorang laki-laki yang telah meresahkan dan membungkam lawan-lawannya dan telah mengatakan akan tetap jadi PM selama banyak tahun mendatang .

Pada malam sebelum pemungutan suara, menurut koran The Nation, Thaksin Shinawatra sibuk mengadakan percakapan-percakapan tilpon yang menghancurkan kalbu ke tanah airnya. ‘Thaksin meminta-minta kepada banyak orang. Tolong selamatkan saya. Tolong selamatkan nyawaku’. +++

You must be logged in to post a comment Login