Gubsu Tak Terpengaruh Desakan Pencopotan Staf

Medan ( Berita ) : Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin mengaku tidak terpengaruh dengan desakan sejumlah pihak yang meminta dirinya mencopot para pejabat yang membuat kesalahan dalam proses terbitnya SK Gubernur No.130/3422.K tertanggal 26 September 2008 tentang Persetujuan Pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap).

“Saya tidak akan terpengaruh dan saya tidak bisa ditekan-tekan. Boleh memberi ‘sharing’, tapi tidak bisa memaksakan,” katanya ketika menjawab wartawan seusai membuka dialog pemuda yang digelar KNPI di Medan, Selasa [17/02] .

SK Gubernur Sumut yang berisi rekomendasi bagi pembentukan Protap itu menjadi masalah dan diindikasikan salah satu pemicu aksi unjuk rasa anarkis para pendukung pembentukan Protap di gedung DPRD Sumut dan mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat, 3 Februari lalu.

Tim Pencari Fakta (TPF) DPRD Sumut melalui ketuanya, Abdul Hakim Siagian, mengatakan, selain terdapat sejumlah kesalahan pada redaksionalnya, SK tersebut juga memuat kesalahan substansial karena merujuk pada PP No 78 Tahun 2007 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.

Menurut dia, ada kejanggalan dalam SK gubernur tersebut karena diterbitkan tanpa melalui kajian yang disyaratkan PP 78/2007.

“Ada daerah yang baru menyetujui bergabung dengan Protap pada 23 dan 24 September 2008, sementara SK Gubernur terbit 26 September atau hanya dua hari setelahnya. Berarti aspek kajian yang disyaratkan PP 78/2007 diabaikan,” jelasnya.

Atas kesalahan redaksional dan substansial itu Gubernur Syamsul Arifin mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi, termasuk “membina” para staf yang memroses dan ikut membubuhkan paraf pada SK tersebut. “Akan ada sanksi dan itu ada aturannya,” katanya di Medan, Senin (16/2).

Gubernur juga menyebutkan pihaknya akan membentuk tim evaluasi dan siapa saja yang terbukti melakukan kesalahan akan diberi sanksi.

“Siapa pun yang bersalah harus siap menerima sanksi, termasuk saya, dan tidak hanya dalam kasus ini saja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu gubernur kembali mengajak masyarakat Sumut untuk tetap menjaga keamanan daerah, apalagi pemilu legislatif tidak sampai dua bulan lagi.

Gubernur juga mengimbau semua pihak untuk tidak saling menyalahkan atau mencari-cari kesalahan.

“Tidak ada yang perlu disalah-salahkan, kita sebaiknya fokus untuk tetap menjaga kondusifitas di Sumut. Semua kita menyesalkan peristiwa di gedung DPRD Sumut lalu dan kita jangan memunculkan opini macam-macam yang dapat memperkeruh suasana,” katanya. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login