HarapanBan Ki Moon

APAKAH harapan Sekjen PBB Ban Ki Moon pada tahun 2009 ? Dia menyatakan tekadnya yaitu ‘Kita tidak akan mundur dari komitmen kita untuk berjuang melawan kemiskinan dan penyakit. Kita akan membela hak negeri-negeri yang paling miskin untuk bertumbuh dan berbagi di dalam suatu kemakmuran global yang diperbaharui dan benar sifatnya’.

Selanjutnya Ban Ki Moon mengajak ‘Marilah kita bersikap praktis dan kesampingkan harapan – harapan muluk terhadap apa yang mungkin ada, lalu memfokuskan pada yang mesti ada.

Tahun 2009 akan menjadi tahun perubahan iklim,yang adalah satu-satunya ancaman sesungguhnya bagi planet kita. Kita punya 12 bulan singkat ke Copenhagen di mana pemimpin-pemimpin dunia bakal berkumpul untuk menghasilkan sebuah persetujuan konprehensif yang mengurangi pemanasan global.

Di tengah kesukaran keuangan kita, beberapa orang bertanya apakah kita mampu menanggulangi perubahan iklim. Pertanyaan sebenarnya ialah bagaimanakah kita mampu untuk tidak menanggulangi perubahan iklim ? Saya berharap mengirimkan sebuah perjanjian perusahaan iklim global kepada pemerintah -pemerintah dunia dan melihatya diratifikasikan oleh antara lain Senat AS pada akhir tahun 2010’.

‘Apabila kita memandang ke dalam kita akan kehi-langan peluang-peluang melaksanakan perubahan di tempat-tempat seperti Pantau Gading atau Bangladesh yang keduanya sedang berusaha mengorganisir pemilu yang demokratis atau Kongo di mana perang dan damai begitu rapuh berimbang adanya.

Bila kita berpaling ke dalam atau memeluk protaksionisme, maka perdagangan dan pertumbuhan globe akan menderita. Bila kita berpaling ke dalam, kitabakal kehilangan peluang -peluang bersifat generasi.

Tahun 2009 kita punya peluang untuk memungut di mana Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan berhenti bertahun-tahun yang silam yakni berada dekat sekali kepada persetujuan menghapuskan senjata-senjata nuklir. Kita tidak mesti membiarkan ketakutan menggelapkan visi kita ke masa depan,’ demikian Sekjen PBB.

Bertrand Delence Walikota Paris berkata ‘Krisis ekonomi menuntut pengaturan tiada taranya dari sistim keuangan internasional oleh para pemimpin kita. Tapi terdapat tantangan -tantangan lain zaman sekarang yaitu terutama lingkungan di maka tiap bangsa bertanggungjawab adanya, krisis pangan yang menghendaki sumber-sumber dana keuangan dan perubahan mendalam dalam hubungan Utara-Selatan.

Dunia berada di persimpangan jalan. Tanpa kemuan politik, tanpa kesadaran riil,kita ambil risiko kena gangguan penyakit sampar nasionalisme dan menurunnya demokrasi, dan dengan prospek lebih banyak konflik dengan lebih banyak kekerasan. Jadi kita harus bertindak sekarang. Dan adalah jelas bahwa peran AS akan menentukan dengan presiden baru Barack Obama yang suksesnya melahirkan banyak harapan’.

‘ Apa yang paling banyak saya harapkan sebagai warga dunia ialah bahwa kita membikin kemajuan di jalan ke arah perdamaian di tempat-tempat di mana konflik-konflik membawa kesedihan ke planet kita, bahwa Timur Tengah bisa menemukan suatu jalan ke arah pengakuan timbal balik dari kedaulatan-kedaulatan yang sah, bahwa Afrika bisa membebaskan dirinya dari peperangan -peperangan tiada hentinya, bahwa India dan Pakistan bisa bergerak ke arah rakonsiliasi bertimbang rasa.

Dan saya berharap kita bisa bergerak maju dalam perjuangan melawan terorisme yang adalahsuatu syahwat fanatik bagi kematian’ demikian Walikota Paris. Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni seorang politisi perempuan terkemuka di negerinya berkata : Dalam tahun 2009 saya nantikan pilihan-pilihan yang bersifat amat penting dan menentukan. Bangsa-bangsa bebas akan perlu menemukan kekuatan batin membentuk masadepan kita bersama atas kekuatan-kekuatan destabilisasi dan ekstremisme akan membentunya buat kita. Ini secara istimewa benar bagi Timur Tengah.

Kawasan kita ini sedang meng-alami perubahan -perubahan dramatis dan pendekatan konvensional tidaklah mencukupi. Kendati semua kesulitan, saya percaya penduduk-penduduk di Timur Tengah bisa mendekatkan kebutuhan melindungi jatidiri mereka yang jelas itu dengan perintah memeluk kemanusiaan kita bersama.

Saya percaya bahwa suatu realitas damai alternatif bagi kawasan kita bisa diraih. Tapi rakyat dari kawasan kita dan para pemimpinnya akan memerlukan kearifan kolektif dan keberanian untuk memilihnya’.

‘Saya harapkan perdamaian. Saya harap kita semua bisa mengambil putusan dan tindakan yang diperlukan untuk membikin perdamaian dan visi mengenai dua negara dan dua bangsa suatu realitas. Tidak hanya perdamaian di atas kertas, tapi suatu perdamaian sungguh-sungguh bagi anak-anak kita yang akan bertahan hidup bagi cucu-cucu kita.

Di peringkat global saya harap kita bisa belajar bersama -sama bagaimana menimbulkan bakat-bakat baru di daerah-daerah seperti teknologi hijau, inovasi pertanian dan kemampuan menyesuaikan diri kepada lingkungan yang sedang berubah agar menangani tantangan abad ke-32.

Dari terorisme fundamentalis hingga kekurangan pangan, dari pemanasan global hingga krisis keuangan sekarang semua kita punya tanggungjawab mengubah periode ketidakpastian global ini menjadi kreativitas global dan pembaharuan’.

‘Saya khawatir kita akan bangun terlalu lambat. Saya

tidak merasakan bahwa kekuatan ekstremisme akan ditaklukkan. Tapi saya cemas mengenai bahaya menunggu terlalu lama sebelum orang-orang ingat bahwa kemerdekaan dan kesempatan yang kita terima begitu saja adalah cita-cita berharga yang berharga untuk dilindungi dan diper-juangkan ‘demikian Menlu Israel. ****

You must be logged in to post a comment Login