286 Personil Siap Amankan Pemilu 2009 Di Aceh Selatan

TAPAKTUAN (Berita): 286 Personil aparat keamanan siap mengamankan pelaksanaan pemilu 2009, demikian ungkap Kepala Kepolisian Resor Aceh Selatan Awi Setiyono, SIK Rabu [11/03] kepada wartawan usai acara gelar pasukan pengamanan pemilu 2009.

Kemudian dikatakan lagi, di Aceh Selatan jumlah TPS 408 TPS yang tersebar diseluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, jadi untuk kerawanan satu dan dua itu sangat membutuhkan aparat pengamanan,apa lagi Aceh Selatan sangat banyak daerah pedalaman.

Acara yang bertempat di lapangan aroya itu di hadiri sejumlah aparat keamanan dan juga para unsure muspida yang ada dalam Kabupaten Aceh Selatan dan juga tampak para caleg yang ada dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam acara tersebut tanpak kepala Kepolisian Resor Aceh Selatan Awi Seyiyono, Sik sebagai Inspektur upacara sedangkan Kasnap kapolsek Kecamatan Tapaktuan sebagai Dan Ops.

Pada kesempatan itu, Awi Setiyono Sik selaku Irup juga membacakan amanat dari pada Kepala Kepolisian Negara antara lain, pemilihan umum 2009 yang sebentar lagi akan memasuki tahap inti merupakan agenda nasional dari perjalanan demokratisasi di Indonesia, sebagai proses dari system politik demokrasi yang harus disikapi dengan penuh kedewasaan dan kematangan berpikir serta bertindak,dalam menghadapi setiap tahapan proses yang berjalan, dengan sikap yang demikian maka demokrasi sebagai sebuha system politik akan dapat berjalan efektif dalam pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Untuk mencapai kondisi trsebut maka, diperlukan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menampilkan sikap dan perilaku yang santun dalam berdemokrasi sesuai dengan faksum politik yang patut dan wajar,agar tidak menimbulkan friksi dalam kehidupan politik yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan lainya.

Sehingga menimbulkan potensi kerawanan dalam kehidupan masyarakat.potensi kerawanan yang timbul sebagai sebuah factor korelatif kriminogen yang harus dikelola dengan baik agar tidak berkembangnnya menjadi kerawanan kamtibmas yang dapat mengganggu pelaksanaan pemilu,oleh karena itu, polri telah mnggelar Operasi Mantap Brata sejak tanggal 12 juli 2008, bertujuan untuk mengawal dan mengamankan jalannya, pemilu mulai dari tahap perencanaan sampai dengan purnama pemilu.

Guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,disamping itu juga untuk menggelar berbagai bentuk operasi penciptaan kondisi diantaranya dalam Operasi Pemberantasan Premanisme Dan Operasi Pemberantasan Kejahatan Jalanan(Street Crime) serta telah melakukan latihan gabungan penanggulangan terorisme yang dilakukan bersama TNI serta unsure terkait lainya, sebagai wujud kesiapsiagaan dan ketanggap kesegeraan untuk memantapkan situasi menjelang pelaksanaan pemilu tahap inti.

Dalam kesempatan itu juga kepala kepolisian Negara Republik Indonesia dalam amanatnya mengharapkan serta menekankan beberapa hal kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan pemilu 2009, antara lain, agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaaan kepada tuhan yang maha esa serta memohon ridhanya agar pemilu 2009 dapat berjalan dengan aman, tertib lancer dan sukses.

Kenali wilayah tugasmu dan laksanakan tanggung jawabmu sebaik-baiknya dengan mengedepankan profesionalitas dan proposionalitas serta senantiasa bersikap tegas dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pegang teguh komitmen netralitas kita dalam pemilu 2009, sehingga kita dapat berdiri diatas semua golongan tanpa memihak. Lakukan koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Linmas dan unsure lain yang terkait dengan penyelenggara pemilu 2009.

Jangan pertaruhkan masa depan bangsa dan Negara ini hanya untuk kepentingan sesaat,mari kita sukseskan pemilu 2009, dan laksanakan tugas pengamanan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sebelumnya juga telah mengadakan simulasi yang bertempat dilapangan kolam aroya, dengan mengerahkan pasukan dalmas sebagai pengendalian massa, apa bila terjadinya kerusahan, justru itu sebelum adanya kejolak pihaknya telah mempersiapkan pengamanan.

Sebab diungkapkan lagi Aceh masih dikategorikan daerah rawan, tetapi di Aceh Selatan beberapa desa dalam kecamatan yang perlunya ada pengamanan untuk TPS –TPS yang dianggap rawan, yang sangat membutuhkan 2 TPS empat para pengamanan. (yun)

You must be logged in to post a comment Login