Jakarta ( Berita ) : Pasar sukuk internasional hingga saat ini masih dikuasai oleh Malaysia di mana 60 hingga 70 persen sukuk yang beredar diterbitkan oleh negari jiran itu.
“Sekitar 60 hingga 70 persen sukuk internasional diterbitkan oleh Malaysia, jadi Malaysia memiliki banyak sekali devisa dari penerbitan sukuk,” kata Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Dahlan Siamat di Jakarta, Rabu [25/03] .
Ia menyebutkan, total penerbitan sukuk di pasar internasional meningkat pesat dari 4,89 miliar dolar AS pada 2002 menjadi 84,1 miliar dolar AS pada 2008. Selain Malaysia, beberapa “sovereign sukuk” telah diterbitkan secara reguler oleh Bahrain, Brunei, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Bahkan Singapura sudah mengklaim akan menjadi hub ekonomi keuangan syariah internasional, demikian juga dengan Inggris. “Indonesia masih jauh ketinggalan sehingga perlu kerja keras,” kata Dahlan.
Menurut dia, beberapa perusahaan/lembaga keuangan di negara non-muslim sudah menerbitkan sukuk seperti Jerman pada 2004, Amerika Serikat pada 2006, Jepang pada 2006, China pada 2006, dan Inggris pada 2007. “Pemerintah Inggris, Jepang, Thailand, dan Hong Kong juga berencana menerbitkan sukuk,” kata Dahlan.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah berencana menerbitkan sukuk pada 2008, namun rencana tersebut tertunda karena kondisi keuangan global yang kurang menguntungkan. Pemerintah merencanakan akan menerbitkannya pada 2009ini. ( ant )
You must be logged in to post a comment Login