ADB Investasi 140 Juta Dolar Di Indonesia

Jakarta ( Berita ) : Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui investasi hingga 140 juta dolar AS untuk Fasilitas Pembiayaan Infrastruktur Indonesia (Indonesian Infrastructure Financing Facility/IIFF) yang didukung pemerintah.

“Ada kesenjangan yang besar antara investasi yang dibutuhkan di bidang infrastruktur dan pembiayaan yang tersedia. Hal ini sangat menghambat pengembangan infrastruktur penting di Indonesia, fasilitas ini diharapkan membantu mengurangi kesenjangan tersebut,” kata Direktur Wilayah Asia Tenggara ADB, Arjun Thapan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa [07/04].

Kekurangan listrik, masalah transportasi dan kekurangan infrastruktur penting lainnya menghambat pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia sementara investasi dari sektor swasta rendah karena kurangnya pembiayaan jangka panjang dari bank atau pasar modal.

IIFF yang dirancang pada 2007, akan menyediakan bantuan pembiayaan dalam bentuk instrumen pinjaman jangka panjang, penyertaan modal atau penjaminan untuk proyek-proyek infrastruktur. Sehingga diharapkan akan bisa menarik lebih banyak investasi sektor swasta di sektor infrastruktur sebesar enam hingga tujuh kali lipat daripada angka saat ini.

Investasi ADB akan berupa penyertaan modal hingga 40 juta dolar AS untuk 20 persen saham di IIFF, dan pinjaman selama 25 tahun dengan jumlah hingga 100 juta dolar AS untuk perusahaan induk infrastruktur yang dimiliki pemerintah yakni PT Sarana Multi Infrastruktur dengan masa tenggang lima tahun. Pinjaman tersebut nantinya disalurkan ke IIFF sebagai penerusan pinjaman.

“IIFF akan membiayai proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial dengan menawarkan pembiayaan dalam jangka panjang dan bantuan pengetahuan dan ketrampilan guna mendorong kemitraan pemerintah dan swasta,” kata Direktur Jenderal untuk Departemen Operasi Sektor Swasta ADB, Philip Erquiaga.

Dengan membatasi jumlah pendanaan hingga 20 persen dari biaya suatu proyek, IIFF diharapkan akan bisa mendanai berbagai proyek senilai 5,5 miliar dolar AS dalam lima tahun pertama operasinya.

Investasi bidang infrastruktur di Indonesia meningkat menjadi 3,0-3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam tahun-tahun terakhir ini namun angka ini masih lebih rendah dari angka sebelum krisis keuangan Asia pada tahun 1997 yang mencapai 5 – 6 persen.

Akhir-akhir ini sebagian besar investasi bidang infrastruktur berasal dari pemerintah, sementara investasi sektor swasta anjlok dalam 10 tahun terakhir hingga di bawah 1 persen dari PDB antara tahun 2000-2006. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login