Kodim Dan Polres Asahan Amankan 74 Warga Afghanistan

KISARAN (Berita) : Unit Intel Kodim 0208/Asahan bersama pihak Polres Asahan berhasil mengamankan sebanyak 74 warga negara Afghanistan saat mendarat di perairan Desa Silau Laut, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Rabu [16/04] sekira pukul 06.00 Wib.
Dari 74 warga imigran gelap itu, diantaranya terdapat tujuh anak-anak, empat balita dan sisanya kaum ibu serta pria dewasa. “Mereka datang dari Malaysia menggunakan boat tongkang.
Saat ini mereka telah kita amankan,” kata Kapolres Asahan AKBP Rudi Sumardiyanto, SH melalui Kaur Bin Intelkam Iptu Nasib Sembiring. Semula, 17 orang dari rombongan imigran gelap itu diamankan aparat Koramil Air Joman bersama Kodim 0208/Asahan, dan selanjutnya diserahkan ke Polres Asahan.
“Semua warga Afghanistan yang berhasil diamankan dan kita serahkan keMapolres Asahan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Dandim Letkol Inf. RoosdiS. Berdasarkan hasil pengembangan pihak Polres Asahan, aparat Polsek Air Joman diperintahkan melakukan penyisiran dan berhasil menemukan sisanya. Mereka selanjutnya diboyong ke Mapolres Asahan untuk didata dan selanjutnya diserahkan ke pihak imigrasi.
Sementara itu, Kaur Bin Ops Polres Asahan menjelaskan, berdasarkan hasil indentifikasi dan pemeriksaan pihaknya, tujuan utama WN Afghanistan tersebut adalah mendatangi  perwakilan United Nation High Commissioner For Refugees (UNHCR) di Jakarta atau badan dunia yang menangani urusan pengungsian.
“Tujuan mereka mendatangi kantor perwakilan PBB di Jakarta untuk mencari suaka dari pemerintah Indonesia. Namun ditengah perjalanan, mereka diturunkan nakhoda boat tongkang tersebut,” ungkapnya.
Ali Muhammad, 19, salah seorang WN Afghanistan itu saat diwawancarai menyebutkan, mereka terpaksa harus melarikan diri dari negaranya karena dikejar-kejar oleh pemberontak Taliban dan memutuskan untuk mencari suaka politik.
Menurut keterangan Ali, mereka berangkat dari negeranya menuju Malaysia lewat Pakistan dengan menumpang kapal kontainer selama 45 hari, serta sempat menginap selama 1 minggu di Malaysia. “Kami datang ke Indonesia mencari mencari Kantor Perwakilan PBB di Jakarta untuk mendapatkan suaka politik,” sebut Ali.(rud).

You must be logged in to post a comment Login