RSU DR Pirngadi Lamban Tangani Balita Penderita Tumor Jinak

Ridwan Orangtua Dea, saat melihatkan kondisi tumor jinak yang menempel di bokong anaknya itu di ruang 9 RSU Pirngadi Medan. ( Berita Sore /Irfan Lubis )

MEDAN (Berita): Tumor jinak yang dialami balita bernama Dea, 1 tahun 4 bulan, yang dirawat di ruang 9 RSU Pirngadi kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantauan Berita, Sabtu [18/04], Dea tidak seperti anak-anak normal biasanya. Bila berjalan, Dea menahan beban akibat tumor jinak yang menempel di bokongnya.

Dea merupakan anak ke 5 dari 5 bersaudara, anak pasangan Ridwan, 44, dan Lisduniarsi, 38, penduduk Simpang Kantor Kecamatan Medan Labuhan ini, dirawat sejak Kamis (02/04). Menurut keterangan kedua orangtua Dea, Ridwan dan Lisduniarti, sejak dilahirkan mereka terkejut melihat kondisi pisik anaknya itu. Bahkan Lisduniarsi sempat mendengar ucapan salah seorang perawat sewaktu menangani kelahiran Dea secara normal dengan mengatakan ’kepala Dea ada 2.’Seketika itu juga saya terkejut mendengar ucapan perawat tersebut.

Dea mengalami benjolan di bagian bokongnya, seperti daging tumbuh (Tumor Jinak) dan bisa disembuhkan dengan operasi, dan barulah saya legah mendengar ucapan dokter itu, ’ ujar Lisduniarti mencontohkan ucapan dokter dan perawat sewaktu ia melahirkan Dea.

Dijelaskan Lisduniarti, beranjak usia 5 bulan, Dea dibawanya ke RSU Pirngadi untuk dioperasi, dengan memakai Asuransi Kesehatan Miskin (Askeskin) yang pada saat itu masih berlaku pada tahun 2008.

Ternyata, pada saat mengajukan permohonan untuk dilakukan operasi, RSU Pirngadi Medan menolaknya, disebabkan operasi anak pada saat itu penuh, dan mereka menganjurkan kepada saya, 1 tahun lagi baru bisa dioperasi, dikarenakan operasi anak penuh. Tidak sampai disitu saja, pada usia 6 bulan, selanjutnya kedua orangtua Dea berusaha membawanya ke RSUP H Adam Malik Medan. Ternyata, hal itupun sia-sia. ’ saya dipersulit lagi,’ ungkap Lisduniarti.

Setelah Dea genap 1 tahun 4 bulan, oragtuanya membawanya kembali ke RSU Pirngadi Medan, pada Kamis (02/04) kemarin, di ruang 9, dengan kondisi memprihatinkan dikarenakan tumor jinak menempel dibagian bokong Dea yang sudah membesar.

Kedua orangtua Dea mengeluhkan kinerja pihak dokter RSU Pirngadi Medan yang lamban menangani anaknya itu. ’Saya sudah tidak tahan lagi disini, sebab saya sudah hampir 18 hari tidak berkerja dan seharian penuh saya bergantian menjaga Dea bersama istri. Namun sampai saat ini belum juga dilakukan operasi terhadap Dea,’

Menurut dokter RSU Pirngadi Medan mengatakan, Dea merupakan pasien elektif yang harus dipersiapkan betul-betul kondisi kestabilannya untuk dilakukan operasi. ’Sebab, ini tidak sembarangan, apabila hendak dioperasi, pasien harus benar-benar sehat dan tidak sakit,’ ungkapnya.

Saat dikonfirmasi kepada Direktur RSU Pirngadi Medan, Dr dr Umar Zein, DTM&H, SpPD-KPTI, kapan dilakukan operasi kepada balita bernama Dea, mengatakan, ’Saya belum mengetahui keadaan pasien bernama Dea itu, dan nanti saya akan jenguk untuk melihat kondisinya dulu, ’ujar Umar. (pan)

You must be logged in to post a comment Login