Indonesia Cegah Porsi Saham Di ADB Turun

Jakarta ( Berita ) : Pemerintah Indonesia akan menjaga porsi kepemilikan sahamnya di Bank Pembangunan Asia (ADB) tidak mengalami penurunan.

“Dari sisi Menkeu, kita akan fokus bagaimana menjaga share saham sebagai pemegang saham keenam terbesar di ADB agar tidak terjadi dilusi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, usai berbicara dalam workshop mengenai infrastruktur di Gedung AA Maramis Depkeu Jakarta, Selasa [28/04] .

Ia menyebutkan, penambahan modal ADB hingga 200 persen menjadi salah satu agenda yang akan diputuskan dalam sidang dewan gubernur ADB pada awal Mei 2009 di Bali.

Itu berarti semua pemegang saham harus menaikan kontribusinya, kalau ada negara yang mungkin tidak mau menambah sehingga mengalami dilusi maka bagian itu akan diambil alih oleh negara lain.

“Untuk itu dari sisi menkeu kita akan fokus bagaimana menjaga share saham sebagai pemegang saham keenam terbesar di ADB agar tidak terjadi dilusi,” tegasnya.

Menkeu menyebutkan, karena berimplikasi ke anggaran negara maka pemerintah akan menyampaikan hal itu ke DPR melalui APBNP 2009 atau melalui APBN 2010.

“Untuk tahapan pembayarannya akan kita lihat dulu perencanaan anggarannya,” katanya.

Indonesia bergabung ke dalam ADB sejak 1966 dan saat ini merupakan pemegang saham terbesar kelima di antara para anggota di tingkat regional dan pemegang saham terbesar keenam di antara seluruh anggota yang berjumlah 67 anggota.

Indonesia memiliki 192.700 (5,43 persen) saham ADB dengan hak suara 205.932 atau 4,65 persen. Saat ini modal ADB sekitar 50 miliar dolar AS dan akan dinaikkan menjadi sekitar 150 miliar dolar AS. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login