Presiden Minta Bulog Kembangkan Pola Distribusi Efisien Dan Tepat

LOKAKARYA PANGAN REGIONAL : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2 kanan) didampingi Menneg BUMN, Sofyan Djalil (3 kanan), Dirut Perum Bulog, Mustafa Abu Bakar (2 kiri) dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo memukul lesung penumbuk padi tanda dibukanya Lokakarya Pangan Regional di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (8/5). Lokakarya tersebut membahas soal peran lembaga cadangan pangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan regional se-ASEAN. ( Foto Ant )

Jakarta ( Berita ) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) agar mampu memiliki pola distribusi pangan yang tepat dan efesien. “Rumuskan pendistribusian bahan pangan secara efisien dan tepat waktu,” kata Presiden saat membuka acara pameran dan lokakarya rangkaian peringatan Bulog ke-42 di Jakarta, Jumat [08/05] .

Kepala negara mengatakan kemampuan Bulog untuk memiliki pola distribusi yang tepat waktu dan efesien akan membuat BUMN tersebut memiliki kualitas kerja yang terus meningkat.

“Saat ini Bulog sudah mampu mempraktekkan kinerja berdasarkan Good Governance dan hal tersebut harus terus dilanjutkan,” tegas Yudhoyono. Dalam kaitannya dengan upaya menjaga ketahanan pangan, Presiden mengatakan Bulog memegang salah satu peranan penting. Kebijakan pemerintah untuk ketahanan pangan salah satunya adalah sambil meningkatkan kesejahteraan petani juga meningkatkan daya beli masyarakat.

Dengan demikian, menurut Presiden, bukan hanya masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan, para petani juga mampu meningkatkan pendapatannya.

Presiden yang dalam kesempatan itu didampingi Ibu Ani Yudhoyono menyampaikan lima hal yang penting dan hendaknya dapat dijalankan oleh semua pihak termasuk Bulog dalam upaya memastikan ketahanan pangan.

“Dari perencanaan yang baik kita bisa memahami dalam 10 tahun sampai 15 tahun ke depan, produk apa yang bisa kita hasilkan. Pendekatan ini memiliki aspek intelektual dan juga tidak bisa didasarkan pada keputusan yang situasional,” paparnya.

Lima hal yang dianggap penting oleh Presiden adalah melanjutkan revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan, dan peningkatan ketahanan pangan. “Selain itu melanjutkan upaya diversifikasi pangan. Seperti yang saya katakan tadi bisa dilakukan seperti pengembangan produk dari singkong, sagu dan sukun,” kata Presiden.

Hal keempat yang disampaikan Kepala Negara adalah agar Bulog terus mempertahankan capaian yang sudah ada, termasuk responsif dalam memberikan layanan pada masyarakat. Terakhir adalah peningkatan kerjasama regional di bidang pangan, tegasnya.

Rangkaian acara yang diselenggarakan dalam rangka Bulogvaganza, kata Kepala Bulog Mustafa Abubakar, selain lokakarya tentang ketahanan pangan, juga akan dilangsungkan pameran pangan dengan tema eksotika pangan Indonesia.

Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan pernyataan bersama para pengelola pangan di negara-negara ASEAN antara lain Bernas Malaysia, Encik Wan Razif W. Musa, Nations Foods Autority (NFA) Filipina Mr. Jessup P. Navarro, Vinafood 2 Viet Nam, Mr. Tran Dong Kinh, Public Warehouse Organitation (PWO) Thailand, Mr. Nattira Leewarepoorn.

Juga dilakukan penandatanganan Kerjasama Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam hal Pendidikan Logistik Terapan antara Perum BULOG dengan Institut Teknologi Bandung dan Pendidikan Manajemen Pangan antara Perum BULOG dengan Institut Pertanian Bogor. Serta penandatanganan kerjasama pengembangan Cassava antara Perum BULOG dengan PT Sriboga Ratu Raya dan PT Nectar Agro Nusantara. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login