Kualitas Dunia Pendidikan di Medan Masih Memprihatinkan

MEDAN (Berita): Pembicaraan mengenai  mutu pendidikan menjadi topik yang sangat menarik. Terlebih lagi  adanya standar kelulusan yang ditentukan melalui Ujian Nasional (UN). Pasalnya baik mutu Sumber Daya Manusia yang  diwakili oleh guru-guru maupun fasilitas berupakan kurikulum, sarana dan prasarana.

“Kalau dilihat secara mendalam permasalahan pendidikan terjadi  di seluruh Indonesia termasuk Medan sebagai  kota Metropolitan. Mulai dari kualitas SDM maupun fasilitasnya,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan  Basri yang juga menjadi pembicara pada Seminar Sehari Kebangkitan Pendidikan dan louching tabloid pendidikan  Gemilang  di Kota Medan di Hotel Garuda Plaza, Sabtu kemarin.

Karenanya, setiap tahunnya, Dinas Pendidikan berusaha untuk membenahi kekurangan. Misalnya, dengan  memberikan bantuan-bantuan dalam pos pendidikan agar meringankan biaya. “Serta meningkatkan kualitas guru dengan  berbagai pelatihan untuk menambah kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran ke siswa-siswanya,”ungkapnya.

Sementara itu, pembicara kedua, Rektor Institut  Agama Islam Negeri  (IAIN) Medan, Prof Ahmad Nur Fadhil  Lubis mengatakan  kualitas pendidikan memanf perlu dibenahi. “Kurangnya mutu pendidikan ini, disebabkan karena  adanya penyempitan makna dunia pendidikan. Peranan untuk memajukan dunia pendidikan hanya dibebankan ke dinas saja,”  ucapnya.

Padahal, pembenahan dunia pendidikan harus melibatkan masyarakat. Untuk itu, kesadaran guna meningkatkan  dunia pendidikan merupakan kewajiban yang harusnya diemban setiap orang.

Sedangkan ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat UNIMED, DR. Rajab Lubis M.PD menambahkan jika dunia pendidikan  tidak segera dibenahi, maka masa depan pendidikan di Medan akan sangat memprihatinkan.

“Jika kekurangan-kekurangan ini tidak dibenahi dengan segera, bisa jadi dunia pendidikan akan semakin  menurun. Karenanya, harus ada sinkronisasi setiap elemen yang peduli dengan dunia pendidikan,” katanya.

Terutama, perbaikan kualitas guru. Sebab, guru merupakan ujung tombak dalam pecetakan generasi. Seandainya,  guru hanya melakukan transfer ilmu tanpa dibarengi dengan kreatifitas guna membangkitkan gairah belajar maka proses  yang dilakukan tidak akan berguna.

Oleh karenanya, pembenahan ini, harus melingkupi, system pendidikan dan perbaikan kualitas SDMnya. Sehingga,  sinkronisasi dunia pendidikan akan mengalami kemajuan.(aje)

You must be logged in to post a comment Login