Akademisi Minta Capres Komitmen Pembangunan Pendidikan

Banda Aceh ( Berita ) :  Para akademisi di Provinsi Aceh meminta calon presden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) agar komitmen terhadap pembangunan pendidikan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) negeri ini.

“Seharusnya para capres menyatakan komitmen terhadap dunia pendidikan karena ini menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk manusia berkualitas di Indonesia,” kata Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darni M. Daud di Banda Aceh, Selasa [23/06].

Pernyataan itu disampaikan terkait dengan kampanye para capres dan cawapres yang sedang giat dilakukan, namun belum ada yang menyinggung program pendidikan untuk membangun negara Indonesia yang lebih maju di masa mendatang.

Selama masa kampanye, para capres hanya menitik beratkan pada sistem politik sehingga ada hal lain yang lebih penting seperti bidang pendidikan terabaikan. Kampanye para capres baru pada tingkat saling koreksi dan bukan langkah menuju kemajuan.

Rektor mengatakan, tiga pasangan capres belum menampilkan aksi terbaiknya. Para capres belum memperlihatkan visi terbaiknya dalam meningkatkan pembangunan Indonesia ke arah yang lebih maju dan berkembang di masa mendatang.

“Yang kita lihat selama ini hanya nuansa dialogis saja. Meskipun ada yang sudah dilakukan, itu baru sebagian kecil. Masih banyak persoalan masa depan yang perlu dikedepankan, termasuk masalah dunia pendidikan,” katanya.

Darni mengaku komitmen yang menitik-beratkan berbagai program pada sistem perpolitikan dinilai penting, tapi persoalan pendidikan harus disentuh karena merupakan awal peningkatan kualitas masyarakat Indonesia.

“Kita tidak meminta program jangka pendek, tetapi setidaknya ada gambaran dunia pendidikan yang terdapat dalam misi para capres untuk meningkatkan mutu pendidikan demi menciptakan masyarakat Indonesia berkualitas jangka panjang,” katanya.

Misalnya upaya peningkatan mutu pendidikan yang selama ini harus merujuk konsep lama, karena belum ada konsep baku yang dapat dijadikan acuan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, belum ada komitmen dari para capres.

“Selama ini kita selalu memakai sistem ‘trial and error’, sehingga tidak pernah menetapkan hal yang baik untuk dijadikan pijakan bagi masa yang akan datang. Belum ada sosok pemimpin yang berani dan konsisten untuk hal ini,” katanya.

Berpikir masa depan

Rektor Darni mengatakan, kemerosotan sebuah bangsa dilihat dari mana mereka selalu memulai. Jika memulai dari nol tentu tidak ada patokan untuk menggambarkan sebuah kemajuan. Pengalaman, nyaris setiap pergantian kepemimpinan terkesan harus dimulai dari nol lagi.

“Kita tidak ingin pemimpin seperti itu, selalu harus memulai sesuatu dari nol dan tentunya kita tidak ingin pemimpin yang tidak cerdas selalu belajar melihat kebelakang. Pemimpin yang kita harapkan cerdas dan berpikir masa depan,” katanya.

Oleh karena itu, Pilpres 8 Juli 2009 pemilih cerdas Indonesia dapat memilih sosok pemimpin berkualitas yang memiliki visi masa depan cerah untuk membawa bangsa ini ke “pulau” yang berkembang dan menggapai kemajuan.

“Pemimpin yang berpikir masa depan didambakan anak bangsa saat ini. Kita mengharapkan terpilih putra terbaik bangsa yang visioner ke depan tetapi tetap berakar pada pondasi yang kuat citra bangsa Indonesia di masa mendatang,” katanya.

Sementara Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Abdul Hadi Arifin yang dihubungi terpisah menyatakan heran karena tidak ada satu pun capres yang mengangkat isu pendidikan dalam kampanye pesta demokrasi rakyat lima tahunan ini.

“Kenapa tidak ada capres yang mengangkat isu pendidikan, padahal masalah ini penting untuk mencapai kemajuan suatu bangsa. Bukankah seseorang menjadi besar dan ternama setelah melalui jalur pendidikan,” katanya.

Seorang cerdas atau menjadi presiden karena pendidikan. Dunia pendidikan menjadi kunci kemajuan. Justru itu, persoalan pendidikan suatu bangsa harus dikedepankan, termasuk dalam kampanye capres hendaknya menyatakan komitmen terhadap pendidikan,” katanya.

Rektor Abdul Hadi mengharapkan, masyarakat lebih jeli dan memahami visi capres sehingga ketika menentukan pilihan pemimpin nanti dapat dilakukan dengan cerdas yang dapat mengakomodir aspirasi dan keinginan masyarakat.

“Kita berharap pemimpin ke depan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, tanpa mengabaikan dunia pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Pembangunan sektor pendidikan hendaknya juga mendapat perhatian serius di masa mendatang,” katanya. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login