Presiden: Jangan Bergantung Pada Pilar Ekonomi Konvensional

Jakarta ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan semua pihak untuk tidak hanya bergantung pada tiga pilar ekonomi konvensional untuk kekuatan ekonomi nasional.

“Masa depan perekonomian kita jangan hanya mengandalkan pertanian, sumber daya alam, industri dan jasa konvensional meski itu tulang punggung ekonomi nasional,” kata Presiden saat membuka Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jumat [26/06] .

Ia menjelaskan untuk pengembangan ekonomi di masa depan, ekonomi kreatif dan ekonomi pariwisata harus didorong perkembangannya karena Indonesia memiliki modal pengembangan hal tersebut.

“Saya katakan dua hal yang memerlukan perhatian yang lebih tinggi, ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu kita harus andalkan, saya ingin kontribusi ekonomi pariwisata terhadap GDP semakin besar karena kita punya pengalaman akan hal itu,” tegasnya.

Kepala Negara menambahkan, “Ekonomi kreatif yang dikembangkan adalah yang berbasiskan warisan budaya dan teknologi. Laporan dari Mendag, kontribusinya baik, saat krisis juga tidak mengalami penurunan berarti. Karena itu, karena jelas kontribusinya, maka tidak salah kalau ini kita kembangkan.”

Pada bagian lain sambutannya, Presiden Yudhoyono mengatakan meski perkembangan dunia kreatif seperti seni, film, disain grafis dan juga kerajinan didorong untuk pengembangan ekonomi namun sisi pelestarian dan pengembangannya pun harus tetap diperhatikan.

“Tentu tidak semua harus dimaknai dari sisi ekonomi. Seni, sejarah, kerukunan, warisan dan lain-lain itu kita maknai lebih dari sekedar sisi ekonomi ada cakupan lebih luas yaitu merupakan jati diri bangsa. Kita terus lestarikan dan kembangkan budaya dalam arti luas,” tegasnya.

Bila ruang kreativitas dan inovasi telah ada, kata Presiden, maka selanjutnya merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif melalui kebijakan yang mendukungnya, penyediaan skema permodalan dan membantu promosi serta pemasaran produk.

Dari sisi pengembangan jati diri bangsa, setiap komponen bangsa diharapkan menempatkan tiga hal untuk mewujudkan keseimbangan dalam hidup yaitu logika, etika dan estetika.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh-tokoh budaya dan juga generasi muda berprestasi yang memberikan kontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif dan pemeliharaan budaya bangsa.

Termasuk dalam penerima penghargaan adalah tim mahasiswa Universitas Komputer di Bandung yang memenangi kejuaraan robot internasional. Hadir mendampingi Presiden, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Juga hadir Ketua DPR Agung Laksono dan Wakil Ketua MPR AM Fatwa. ( ant )

You must be logged in to post a comment Login